Drift King Datang ke BSD, Bawa AE86 Shokunin Green Edisi Pertama di Dunia

Drift King Datang ke BSD, Bawa AE86 Shokunin Green Edisi Pertama di Dunia

Otomotif | sindonews | Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:53
share

Kolektor diecast di seluruh dunia harus menunggu. Casting Toyota Sprinter Trueno AE86 pertama buatan MINI GT justru melakukan debut dunia di Indonesia, bukan di Jepang, tanah kelahiran mobil itu.

Mobil mini skala 1:64 itu hadir sebagai MINI GT IMX Exclusive Event Car 2026: Toyota Sprinter Trueno AE86 Keiichi Tsuchiya "Shokunin Green".

Ukurannya kira-kira sepanjang jari telunjuk. Ia hanya dijual di booth Toyota Gazoo Racing selama Indonesia Modification & Lifestyle Expo (IMX) 2026, 9-11 Oktober 2026, di Hall 1, 2, dan 3 ICE BSD City, Tangerang Selatan.

Harganya Rp1.200.000. Angka itu tidak hanya untuk diecast, tetapi satu paket dengan kaus edisi terbatas Keiichi Tsuchiya. Penyelenggara tidak menyebut jumlah unit. Penjualan berlaku selama persediaan masih ada.

Diecast MINI GT Toyota Sprinter Trueno AE86 Shokunin Green skala 1:64, dalam kemasan dan tanpa kemasan, berlatar AE86 ukuran sebenarnya. Dijual Rp1.200.000 sepaket dengan kaus edisi terbatas Keiichi Tsuchiya. Foto: NMAAMengapa kolektor perlu peduli? Casting adalah cetakan dasar sebuah model. Dari cetakan inilah nanti lahir berbagai varian AE86 MINI GT untuk pasar global. Artinya, kolektor Indonesia memegang versi nomor satu sebelum warna dan edisi lain beredar di toko-toko dunia.

Pilihan mobilnya juga bukan kebetulan. AE86, yang di Jepang akrab disapa Hachi-Roku, adalah kupe penggerak roda belakang Toyota era 1980-an yang menjadi ikon drifting. Popularitasnya meledak lewat komik dan anime Initial D. Sosok di balik reputasi itu adalah Keiichi Tsuchiya, pembalap yang dijuluki "Drift King". Tsuchiya dijadwalkan hadir sebagai salah satu bintang utama IMX 2026.

Nama edisinya, "Shokunin", dalam bahasa Jepang berarti perajin yang menekuni keahliannya seumur hidup. Julukan yang pas untuk Tsuchiya.

Logo MINI GT di spakbor belakang AE86 Shokunin Green yang berbalut hijau krom. Shokunin dalam bahasa Jepang berarti perajin yang menekuni keahliannya seumur hidup. Foto: NMAA

Project Director IMX Andre Mulyadi menyebut penunjukan ini sebagai pengakuan. "Indonesia bukan hanya menjadi pasar bagi industri diecast dunia, tetapi dipercaya menjadi tempat debut global casting AE86 pertama dari MINI GT. Terlebih lagi ini adalah AE86, mobil yang memiliki sejarah dan kultur yang sangat kuat serta erat dengan sosok Keiichi Tsuchiya," ujarnya.Rekam jejak IMX menunjukkan event car bukan sekadar suvenir. Tahun lalu, IMX merilis Lamborghini Aventador LB Works berlapis krom, replika mobil milik Raffi Ahmad, seharga Rp1,2 juta. Antusiasme pengunjung tinggi dan model itu kini menjadi barang buruan di kalangan kolektor.

Diecast AE86 Shokunin Green skala 1:64 bertengger di bawah emblem Trueno pada gril AE86 ukuran sebenarnya. Harga paketnya sama dengan event car IMX tahun lalu, Rp1,2 juta. Foto: NMAA

Tahun ini harga paketnya sama, tetapi daya tariknya berbeda. Aventador menjual kemewahan dan figur selebritas. AE86 menjual sejarah, budaya drifting, dan status sebagai yang pertama di dunia. Kombinasi itu berpotensi membuat edisi ini diburu sejak hari pertama pameran.

Bagi Indonesia, momen ini juga menjadi penanda. Pasar diecast dan budaya otomotif anak muda di Tanah Air kini cukup besar untuk dijadikan panggung peluncuran global, bukan sekadar tujuan ekspor.

IMX digelar oleh National Modificator & Aftermarket Association (NMAA) sejak 2018. NMAA sendiri berdiri pada 24 Maret 2016 dan menyatukan agen pemegang merek, industri aftermarket, serta modifikator dan komunitasnya.

Topik Menarik