Laris Manis di Indonesia, Pabrik Chery Masih Sebatas Janji

Laris Manis di Indonesia, Pabrik Chery Masih Sebatas Janji

Otomotif | sindonews | Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:17
share

Chery kian gencar merakit mobil di luar China, tetapi pabriknya di Indonesia tak kunjung berdiri. Padahal, penjualan ritelnya di sini melonjak hampir lima kali lipat dalam dua tahun.

Wakil Presiden Eksekutif Chery Zhang Guibing menyebutkan, kendaraan buatan luar China menyumbang sekitar 48 persen volume ekspor Chery tahun ini. Porsinya ditargetkan melampaui 50 persen pada akhir 2026. Angka itu dipatok naik menjadi 60 persen pada 2027 dan 70 persen pada 2030.

Menurut Zhang, produksi lokal tidak semata untuk berjualan, tetapi juga membuka lapangan kerja dan menggandeng teknologi setempat. ”Langkah demi langkah, kami berupaya melokalkan produksi dan terutama mengandalkan manufaktur lokal,” ujar Zhang di Wuhu, China, Jumat (23/10/2026) waktu setempat seperti dilansir Reuters.

Ditopang Jaecoo

Di Indonesia, grup yang juga memasarkan Omoda dan Jaecoo itu tengah laris manis. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat penjualan ritel Chery naik dari 3.952 unit pada 2023 menjadi 8.626 unit pada 2024. Setahun kemudian, angkanya melesat 126 persen menjadi 19.485 unit.

Sepanjang Januari-September 2026, distribusi Jaecoo mencapai 27.234 unit dan Chery 8.313 unit. Jika digabung, 35.547 unit itu mengungguli Honda yang mencatat 29.903 unit.

Motor utamanya adalah Jaecoo J5 EV yang terdistribusi 26.635 unit, sekaligus menjadi mobil listrik terlaris nasional di atas BYD Atto 1. Saat diluncurkan pada November 2025, mobil ini dibanderol Rp249,9 juta dan Rp299,9 juta. Sebelumnya, tulang punggung Chery berganti dari Omoda 5 pada 2023, Omoda E5 pada 2024, hingga J6 pada 2025.Memang grup ini tumbuh, tetapi merek Chery sendiri tergerus. Distribusinya anjlok 45,2 persen dari 15.160 unit pada Januari-September 2025. Pangsa pasarnya menyusut dari 2,7 persen menjadi 1,2 persen.

Janji yang Bergeser

Padahal, janji pabrik sudah berumur empat tahun. Di ajang IIMS 2022, Presiden Direktur Chery Motor Indonesia Tao Yong berharap pabrik beroperasi pada 2024. Pada tahun yang sama, Chery mulai merakit Tiggo 7 Pro dan Tiggo 8 Pro di fasilitas PT Handal Indonesia Motor (HIM), Bekasi, Jawa Barat.

Target lalu terus bergeser. Pada Oktober 2024, pabrik diperkirakan beroperasi pada 2026. Januari 2026, Chery menargetkan peletakan batu pertama tahun ini dan rampung pada 2027 dengan kapasitas 100.000 unit per tahun. Hingga Agustus 2026, lokasinya belum diumumkan.

Presiden Direktur PT Chery Grup Indonesia Zeng Shuo menilai, investasi pabrik bersifat jangka panjang sehingga butuh kepastian aturan.

Di sisi lain, lokalisasi tetap berjalan. Chery menyiapkan baterai lokal untuk memenuhi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) 60 persen pada 2027. Komitmen investasinya mencapai Rp5,2 triliun hingga 2030, lewat mitra ataupun pabrik mandiri. Mobil setir kiri rakitan Indonesia juga sudah diekspor ke Vietnam.

Mulai 2027, Chery akan membangun stasiun pengisian daya cepat dan penyimpanan energi di Inggris, Spanyol, dan Thailand. Robotaksi pertamanya pun meluncur di Uni Emirat Arab tahun depan.

Indonesia, pasar yang menyerap lebih dari 35.000 mobil grup itu dalam sembilan bulan, masih menunggu alamat pabriknya.

Topik Menarik