Nempel di Dinding Ala Spider-Man dan Terbang Singkat, Ini Fisika Dibalik Tesla Roadster

Nempel di Dinding Ala Spider-Man dan Terbang Singkat, Ini Fisika Dibalik Tesla Roadster

Otomotif | sindonews | Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:37
share

Lupakan ban dan aspal. Prototipe Tesla Roadster 2 mengklaim melesat dari 0 hingga 97 kilometer per jam dalam waktu kurang dari satu detik, sesuatu yang mustahil bagi mobil biasa.

Mobil yang diungkap Elon Musk pekan lalu setelah lama tertunda itu juga melompati truk Tesla Semi dan menempel terbalik di dinding melingkar.

Wired, Selasa (20/10/2026), menjelaskan bahwa mobil biasa bergerak karena gaya gesek antara ban dan jalan, sehingga percepatannya dibatasi koefisien gesekan. Untuk karet di atas aspal, nilainya sekitar 0,6, dengan batas praktis 1.

Batas Gesekan

Dengan koefisien 0,6, waktu terbaik mobil biasa untuk mencapai 97 kilometer per jam hanya 4,56 detik. Ban yang lebih baik atau tekanan aliran udara pada kecepatan tinggi tak akan memangkasnya menjadi satu detik. Gesekan juga membatasi tanjakan, yakni sekitar 31 derajat pada koefisien 0,6 dan 42 derajat pada koefisien 0,9.Akal-akalan Udara

Tesla mengakalinya dengan dua cara. Pertama, kipas menyedot udara dari kolong mobil dan, dibantu sayap samping, menurunkan tekanan di bawahnya, mirip penyedot debu.

Untuk menempel di dinding dengan bobot target 1.700 kilogram dan luas kontak dugaan 2 meter persegi, tekanan kolong perlu 86 persen dari tekanan atmosfer, hitung Allain.

Gaya tekan ke bawah juga berguna di jalan biasa, yakni percepatan, pengereman, dan tikungan yang lebih tajam. Produsen mobil performa memakai prinsip ini sejak lama, tetapi tidak sampai sejauh prototipe Tesla itu.

Cara kedua, udara terkompresi disemburkan ke belakang, prinsip yang sama dengan roket dan mainan mobil berdorongan balon. Menurut hukum ketiga Newton, saat mobil mendorong udara, udara mendorong balik dengan gaya sama besar. Roadster 2 membawa tangki udara terkompresi, dan teknik serupa dipakai untuk mengangkat mobil dari tanah.Padahal, istilah terbang di sini terlalu longgar. Dorongan hanya bertahan beberapa detik karena tekanan tangki turun dan udara keluar makin lemah. Wired menyebut mobil terbang setidaknya punya waktu udara (waktu terbang) 7-10 detik. Sedangkan kendaraan hybrid VTOL sekitar 30 menit-60 menit.

Di sisi lain, gaya sebesar itu berisiko bagi manusia. Lewat analisis video dengan perangkat lunak Tracker atas lompatan melewati truk Tesla Semi setinggi sekitar 4 meter, Wired memperkirakan percepatan vertikal sekitar 98 meter per detik kuadrat, atau kira-kira 10 g. Manusia dapat bertahan sebentar, tetapi tidak nyaman dan tetap berisiko. Mungkin itu sebabnya seorang robot duduk di balik kemudi dalam peragaan tersebut.

Terlepas dari semua perhitungan itu, ada satu masalah yang belum teratasi. Wired menilai jawabannya jelas tidak, mengingat manusia pun kerap kesulitan di jalan datar, dan urusan izin mengemudi di dinding atau udara menjadi bagian pengacara serta Administrasi Penerbangan Federal (Federal Aviation Administration/FAA) Amerika Serikat.

Topik Menarik