BMW Pastikan  Xiaomi SU7 Berbeda Jauh dari Mobil China Lain

BMW Pastikan Xiaomi SU7 Berbeda Jauh dari Mobil China Lain

Otomotif | sindonews | Minggu, 20 September 2026 - 10:41
share

BMW M3 bersiap memasuki era baru karena generasi berikutnya dari model berperforma tinggi ini juga akan ditawarkan dalam versi listrik sepenuhnya.

Baru-baru ini, sebuah prototipe BMW M3 EV terlihat sedang menjalani pengujian di sirkuit Nürburgring, Jerman, dan sesi tersebut menjadi semakin menarik ketika sebuah Xiaomi SU7 Ultra muncul tepat di belakangnya.

Dalam rekaman yang diambil selama sesi pengujian, prototipe BMW M3 EV—yang masih dibalut stiker kamuflase—terlihat dikemudikan dengan cukup agresif di lintasan Nordschleife. Saat keluar dari tikungan, mobil tersebut melakukan *drift* yang terkendali, meninggalkan dua jejak ban yang jelas di permukaan lintasan.

Aksi ini terjadi saat BMW sedang menguji kemampuan dinamis prototipe tersebut, dengan sebuah Xiaomi SU7 Ultra berwarna kuning terlihat membayangi hanya beberapa panjang mobil di belakangnya.

Kehadiran SU7 Ultra—yang memiliki tenaga lebih dari 1.500 PS—membuat sesi pengujian tersebut tampak seperti balapan tidak resmi antara dua sedan listrik berperforma tinggi.

Xiaomi SU7 Ultra diketahui menghasilkan tenaga sebesar 1.547 PS (1.526 hp) dan daya maksimum 1.138 kW. Versi produksinya sebelumnya mencatatkan waktu 7 menit 4,96 detik di Nürburgring pada tahun 2025.Namun, rekor tersebut kemudian dipecahkan oleh model lain, termasuk Porsche Taycan Turbo GT dengan Manthey Kit dan Yangwang U9 Extreme. Hingga saat ini, BMW belum mengungkapkan angka tenaga resmi untuk M3 EV versi produksi; namun, pendekatan yang diambil oleh BMW M menunjukkan bahwa fokus utama model ini adalah pada pengendalian (*handling*), kelincahan, dan kontrol tenaga.

Prototipe M3 EV menggunakan sistem penggerak listrik empat motor (*quad-motor*), di mana setiap motor mengontrol satu roda secara independen. Konfigurasi ini memungkinkan mobil beroperasi dengan penggerak roda belakang (*rear-wheel-drive*) maupun penggerak semua roda (*all-wheel-drive*), sekaligus memberikan kontrol *torque vectoring* yang jauh lebih presisi dibandingkan sistem penggerak konvensional.

BMW M sebelumnya menjelaskan bahwa sistem empat motor ini dikembangkan secara khusus untuk menghasilkan kontrol torsi yang sangat cepat.

Penyaluran tenaga ke setiap roda dapat diatur secara individual tanpa jeda mekanis, sehingga mobil mampu mengatur kecepatan putaran roda tertentu saat menikung. BMW menyebut teknologi ini sebagai lompatan besar dalam dinamika berkendara untuk model-model M.

BMW M juga telah menguji teknologi ini secara intensif di Nürburgring. Menurut BMW, setiap model M wajib menjalani pengujian sejauh kurang lebih 8.000 km di Nordschleife, yang merupakan lokasi pengujian utama untuk ketahanan serta penyetelan sasis dan sistem penggerak.Berbekal empat motor listrik, sistem *torque vectoring*, dan kontrol tenaga roda secara individual, M3 EV diharapkan mampu memasuki tikungan dengan lebih cepat, melakukan pengereman lebih lambat, dan kembali berakselerasi lebih awal saat keluar dari tikungan.

BMW juga harus merancang ulang beberapa komponen sasis dan suspensi untuk menangani gaya dinamis yang lebih besar akibat sistem penggerak listrik ini.

Terkait tenaga, BMW tampaknya tidak tertarik mengejar angka *output* empat digit seperti yang terlihat pada Xiaomi SU7 Ultra. Meskipun prototipe "Vision Driving Experience" yang diperkenalkan BMW kabarnya memiliki tenaga sekitar 1.360 PS, bos BMW M, Frank van Meel, sebelumnya menyatakan bahwa *output* sekitar 1.000 hp tidak selalu masuk akal untuk mobil jalan raya, karena bisa jadi terlalu sulit untuk dikendalikan.

Oleh karena itu, versi produksi M3 EV diperkirakan akan memiliki angka *output* tenaga yang lebih rendah, dengan fokus pada rasio tenaga terhadap bobot, kontrol sasis, dan kemampuan menikung. Meski angka *output* sekitar 800 PS sempat disebut-sebut sebagai kemungkinan untuk model ini, BMW belum mengonfirmasi spesifikasi akhirnya.

Pendekatan ini sejalan dengan filosofi M3 sejak generasi-generasi awalnya. M3 generasi E30 tidak memiliki angka tenaga yang luar biasa menurut standar masa kini, namun ukurannya yang ringkas, bobot yang lebih ringan, dan sasis yang lincah menjadikannya mobil yang sangat menyenangkan untuk dikendarai. Cari tahu lebih lanjutNamun, M3 EV menghadapi tantangan yang berbeda, karena sistem baterai dan motor listrik mau tak mau menambah bobot keseluruhan mobil. Oleh karena itu, BMW M tampaknya berupaya mengimbangi penambahan bobot ini melalui sistem pengendalian sasis dan *torque vectoring* yang lebih canggih.

BMW juga diperkirakan akan tetap mempertahankan mesin pembakaran internal untuk M3 generasi berikutnya. Ini berarti M3 versi listrik (EV) tidak serta-merta menggantikan versi bermesin bensin sepenuhnya; sebaliknya, kedua konfigurasi sistem penggerak tersebut diharapkan akan hadir berdampingan guna memenuhi beragam kebutuhan konsumen.

M3 EV diperkirakan akan memulai debutnya sebagai bagian dari generasi baru model BMW M yang berbasis teknologi Neue Klasse, dengan versi produksinya dijadwalkan meluncur sekitar tahun 2028. Untuk saat ini, BMW masih merahasiakan data resmi mengenai tenaga, kapasitas baterai, bobot, dan angka performa model tersebut.

Topik Menarik