Toyota Ngamuk, Hilux Hidrogen Siap Diluncurka dengan Jarak Tempuh 399 km
Toyota Ngamuk Hilux Hidrogen Siap Diluncurka dengan Jarak Tempuh 399 km
Toyota telah mengonfirmasi bahwa Hilux versi sel bahan bakar hidrogen (FCEV) akan mulai diproduksi pada tahun 2028, dengan target jarak tempuh hingga 399 km (berdasarkan standar WLTP).
Model yang dikenal sebagai Toyota Hilux FCEV ini diumumkan pada pameran IAA Transportation 2026 di Hannover, Jerman. Awalnya, kendaraan ini akan ditawarkan kepada pelanggan komersial di Eropa, termasuk klien korporat dan penyedia layanan penyewaan kendaraan.
Selain jarak tempuh yang lebih jauh, Hilux FCEV ditargetkan memiliki kapasitas penarikan beban (towing) hingga 2.500 kg. Pengisian ulang hidrogen diperkirakan memakan waktu antara tiga hingga lima menit di stasiun pengisian standar.
Sistem *powertrain* model ini banyak mengadopsi teknologi dari Toyota Mirai. Berbeda dengan mesin pembakaran hidrogen, sel bahan bakar menghasilkan listrik melalui reaksi kimia antara hidrogen dan oksigen.Listrik ini menggerakkan motor listrik, sementara air menjadi satu-satunya zat yang dikeluarkan dari knalpot kendaraan.
Omoda O4: Mobil Listrik Rp400 Jutaan yang Ngaku AI Car for Everyone, Gimmick atau Beneran?
Hilux FCEV akan dikembangkan menggunakan platform Hilux generasi kesembilan dan tidak akan menggantikan varian diesel, bensin, ataupun listrik berbasis baterai (BEV). Sebaliknya, model ini akan menjadi pilihan *powertrain* tambahan dalam jajaran produk Hilux.
Sebagai perbandingan, Toyota Hilux BEV menawarkan jarak tempuh antara 240 hingga 245 km (WLTP), tergantung pada pasar dan konfigurasi model. Kapasitas penarikan bebannya mencapai 2.000 kg.
Hilux FCEV memiliki keunggulan jarak tempuh 154 km lebih jauh, serta kapasitas penarikan beban 500 kg lebih tinggi dibandingkan versi listrik baterai.
Toyota menyatakan bahwa Hilux BEV membutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk mengisi daya baterai dari 10 hingga 80 menggunakan pengisi daya cepat (DC *fast charger*) yang sesuai. Waktu aktualnya bergantung pada daya pengisian, suhu baterai, dan kondisi penggunaan.
Namun, adopsi Hilux FCEV masih bergantung pada pengembangan infrastruktur hidrogen. Saat ini, Eropa memiliki hampir 200 stasiun pengisian bahan bakar hidrogen untuk umum; angka ini jauh lebih rendah dibandingkan lebih dari 1,3 juta titik pengisian daya kendaraan listrik (EV) umum yang tersebar di seluruh Uni Eropa.
Toyota belum mengumumkan harga jual Hilux FCEV ataupun rencana untuk memasarkannya di wilayah lain. Jika diluncurkan sesuai jadwal, kendaraan ini berpotensi menjadi pikap ukuran sedang bertenaga sel bahan bakar hidrogen pertama yang dijual secara komersial di Eropa.



