Dreame Hentikan Project Starry Sky dan Keluar dari Industri Kendaraan Listrik
Dreame Technology dilaporkan telah menghentikan seluruh proyek pengembangan kendaraan listrik (EV) dan mundur dari industri otomotif setelah hanya sekitar satu tahun berkecimpung di sektor tersebut.
Keputusan ini berujung pada penutupan divisi otomotif perusahaan yang dikenal sebagai Project Starry Sky, sekaligus mengakhiri pengembangan model Nebula NEXT 01 JET Edition yang sempat diperkenalkan kepada publik pada bulan April.
Tesla menarik kembali (recall) hampir tiga juta kendaraan listrik di Tiongkok akibat masalah keselamatan pada gagang pintu.Model *hyper-EV* tersebut sebelumnya sempat mencuri perhatian ketika Dreame mengklaim kendaraan itu mampu berakselerasi dari 0 hingga 100 kilometer per jam (km/jam) hanya dalam waktu 0,9 detik, berkat penggunaan dua pendorong roket berbahan bakar padat yang dipasang di bagian belakang kendaraan.
Namun, sejumlah laporan belakangan mempertanyakan kelayakan klaim tersebut serta sejauh mana perkembangan proyek yang sebenarnya.
Menurut laporan media otomotif Tiongkok, operasional otomotif Dreame—yang sebelumnya mempekerjakan hampir 1.000 karyawan—kini telah menyusut menjadi hanya beberapa puluh staf yang bertugas mengurus penutupan operasional, masalah hukum, dan penyelesaian keuangan terkait proyek tersebut.Mantan karyawan juga mengklaim bahwa proyek ini lebih berfokus pada pemasaran dan penggalangan dana dibandingkan pengembangan otomotif yang sesungguhnya, namun klaim-klaim ini belum diverifikasi secara independen.
Menyusul penghentian proyek tersebut, Dreame menyatakan bahwa teknologi, hasil penelitian, dan sumber daya yang telah dikembangkan akan diintegrasikan ke dalam bisnis inti perusahaan sesuai kebutuhan.
Fokus perusahaan kini kembali pada produk rumah pintar (*smart home*), robot penyedot debu, robot pemotong rumput, mobilitas listrik skala kecil, dan teknologi robotika.
Langkah ini menjadikan Dreame salah satu dari sejumlah perusahaan teknologi yang mengurangi skala atau membatalkan ambisi mereka di pasar kendaraan listrik akibat tantangan komersial dan perubahan kondisi pasar global.
Mobil Koenigsegg Gemera Seharga Rp53 Miliar Dirusak di Depan Hotel, Pemilik Nangis Kaca Depan Hancur
Sebelumnya, usaha patungan Sony dan Honda melalui Sony Honda Mobility juga membatalkan pengembangan dan peluncuran model AFEELA 1 serta model-model lanjutannya setelah Honda mengubah strategi elektrifikasinya








