Audi Pamer SUV Baru Rp1,7 Miliar, tapi Penjualan Setahun cuma 14 Unit

Audi Pamer SUV Baru Rp1,7 Miliar, tapi Penjualan Setahun cuma 14 Unit

Otomotif | sindonews | Rabu, 26 Agustus 2026 - 10:43
share

Audi baru saja melempar pancingan baru di GIIAS 2026 kemarin: The New Audi Q5 SUV. Dipasarkan mulai Rp1,725 miliar. Tapi sebelum bicara fitur dan tenaga, ada angka lain yang lebih layak disorot dulu. Sepanjang Januari-November 2025, Audi cuma laku 14 unit di seluruh Indonesia. Bandingkan dengan BMW: 2.143 unit di periode yang sama. Mercedes-Benz: 1.170 unit. Jaraknya bukan lagi kompetisi. Itu jurang.

Baik, kita mulai dari mobilnya dulu.

Q5 SUV punya panjang 4.717 mm, lebar 2.155 mm, tinggi 1.647 mm, dengan wheelbase 2.820 mm. Long wheelbase, short overhangs, begitu bahasa desainernya. Hasilnya: kabin lapang, tapi tetap proporsional untuk jalanan kota. Grille Singleframe generasi terbaru. Lampu belakang Digital OLED. Detail-detail kecil yang membuat mobil ini tetap terlihat khas Audi dari setiap sudut.

Bagasinya 520 liter. Ada konfigurasi rear bench plus, jadi ruang penumpang dan barang bisa diatur sesuai kebutuhan. Cocok untuk yang harian ke kantor, tapi akhir pekan angkut satu keluarga ke luar kota.

Di dalam kabin: AC otomatis 3 zona, jok depan elektrik, acoustic glazing di kaca pintu depan, panoramic sunroof, power tailgate. Layar di depan pengemudi: Audi Virtual Cockpit Plus 11,9 inci. Penumpang depan dapat layarnya sendiri: MMI Front Passenger Display 10,9 inci. Ada Wireless Apple CarPlay, Android Auto, dan navigasi real-time. Ambient lighting-nya punya pilihan sampai 30 warna.Mesinnya 2.0 TFSI, 1.984 cc. Tenaga 196 PS, torsi 340 Nm. Transmisi 7-speed S tronic. Untuk pasar Indonesia, Q5 SUV memakai penggerak roda depan (FWD): bukan quattro. Akselerasi 0-100 km/jam ditempuh dalam 8,6 detik. Top speed 226 km/jam. Konsumsi bahan bakar gabungan 7,3 liter per 100 km.

"Fleksibilitas bukan sebuah kompromi," kata Edo Januarko Chandra, Chief Operating Officer Audi Indonesia. Menurutnya kekuatan Q5 SUV justru ada pada kemampuannya menyatukan desain, ruang, kenyamanan, teknologi, dan performa dalam satu mobil, dari rutinitas kantor sampai perjalanan akhir pekan.

Di Indonesia, Q5 SUV tidak sendirian. Ada saudaranya, Q5 Sportback, dijual Rp1,9 miliar. Mesinnya sama-sama 2.0 TFSI, tapi Sportback lebih bertenaga: 204 PS dan 340 Nm, dipadukan quattro all-wheel drive. Q5 SUV lebih menekankan ruang dan efisiensi. Q5 Sportback lebih menekankan karakter sporty. Bukan soal mana yang lebih tinggi kelasnya. Soal mana yang lebih cocok dengan gaya hidup pembelinya.

Soal purna jual: servis berkala hingga 3+2 tahun atau 100.000 km. Garansi kendaraan 3+1 tahun tanpa batasan kilometer. Ada juga Emergency Roadside Assistance 24 jam.

Semua fitur itu lengkap. Semua angka itu meyakinkan di atas kertas. Tapi pasar bicara hal lain.

Berdasar data Gaikindo, penjualan ritel Audi sepanjang Januari-November 2025 stagnan di angka satu sampai dua unit per bulan. Juli bahkan nol. Total sepanjang 11 bulan itu cuma 14 unit. Bandingkan dengan BMW yang rutin menjual 200 sampai 300-an unit tiap bulan, atau Mercedes-Benz yang sempat menyentuh titik terendah 62 unit di Januari tapi setelahnya stabil di kisaran 70 sampai 100-an unit per bulan.

Ini bukan kejadian satu tahun saja. Sejak masuk Indonesia lewat PT Garuda Mataram Motor pada 1997, Audi memang tidak pernah menjadi pemain volume di segmen premium. Posisinya konsisten di bawah BMW dan Mercedes-Benz, dua merek yang lebih dulu membangun jaringan diler dan basis pelanggan di sini. Lima tahun terakhir, pasar mobil nasional secara umum juga sedang lesu, penjualan domestik turun dari 1.005.802 unit di 2023 menjadi 865.723 unit di 2024, bahkan sempat mencatat penurunan year-on-year selama 17 bulan beruntun hingga akhir 2024. Di tengah kondisi seperti itu, merek premium dengan basis pelanggan setipis Audi jelas yang paling dulu kena getahnya.

Topik Menarik