Mobil Listrik China Ini Berhasil Lakukan Putaran Terowongan 360 Derajat Ala Schumacher, Cek Faktanya
JAKARTA, iNews.id - Aksi mobil listrik China melakukan putaran terowongan 360 derajat ala Michael Schumacher ternyata tidak sepenuhnya berjalan mulus seperti yang terlihat dalam video. Namun, rekaman mentah memperlihatkan prototipe sempat mengalami kerusakan.
Aksi tersebut dilakukan sub brand Dongfeng, Voyah untuk memperkenalkan SUV listrik terbarunya sekaligus meniru aksi ikonik Michael Schumacher menggunakan Mercedes-Benz SLS AMG pada 2010.
Dalam video resmi yang dirilis Voyah, Passion S terlihat melaju kencang dan memasuki lintasan miring sebelum berputar 360 derajat hingga kembali ke permukaan jalan.
Namun, video tersebut justru memicu perdebatan di media sosial. Banyak warganet menilai rekaman aksi itu terlalu sempurna dan menduga video telah dibuat menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Kecurigaan semakin kuat setelah rekaman berbeda beredar di Weibo. Dalam video tersebut, terlihat prototipe Passion S yang masih disamarkan mencoba melakukan aksi serupa tetapi gagal dan jatuh hingga menabrak bagian jalan di bawahnya.
Media otomotif CarNewsChina kemudian menyoroti rekaman tersebut. Penggunaan prototipe dalam pengujian berisiko tinggi dinilai menunjukkan aksi tersebut kemungkinan memang dilakukan menggunakan kendaraan sungguhan, bukan sekadar hasil render komputer.
Voyah akhirnya merespons dengan merilis rekaman mentah dari aksi tersebut. Dalam video tanpa editan itu, Passion S terlihat memasuki tanjakan dengan kecepatan sekitar 130 km/jam sebelum melakukan putaran penuh.
Meski berhasil, aksi tersebut ternyata jauh dari kata sempurna. Ketika mobil berada dalam posisi terbalik, Passion S sempat kehilangan kontak dengan permukaan bagian atas lintasan sebelum roda kembali menyentuh tanjakan menurun.
Momen tersebut menjadi kunci keberhasilan mobil menyelesaikan putaran. Namun, benturan saat kembali ke permukaan jalan ternyata menyebabkan kerusakan pada bagian depan kendaraan.
Jika diperhatikan dalam gerakan lambat, bagian bawah bumper depan Passion S terlihat mengalami kerusakan cukup parah ketika mobil keluar dari lintasan menurun yang curam dan kembali ke jalan.
Hal berbeda terlihat dalam video promosi yang telah diedit. Passion S tampak menyelesaikan putaran dengan mulus dan melaju keluar dari terowongan tanpa kerusakan sedikit pun.
Hal ini mengindikasikan bagian akhir video kemungkinan direkam menggunakan unit kendaraan berbeda yang kondisinya masih utuh.
Terlepas dari aksi ekstrem tersebut, Voyah Passion S memiliki spesifikasi yang cukup menarik sebagai SUV listrik berperforma tinggi.
Voyah mengonfirmasi Passion S akan tersedia dengan pilihan baterai 81 kWh dan 98 kWh. Seluruh varian menggunakan arsitektur kelistrikan 800 volt yang memungkinkan pengisian baterai dari 20 hingga 80 persen hanya dalam waktu sekitar 10 menit.
SUV listrik ini juga tersedia dalam pilihan penggerak roda belakang (RWD) dan penggerak semua roda (AWD). Untuk varian motor ganda, tenaga yang dihasilkan mencapai 637 hp dengan torsi 765 Nm. Tenaga tersebut, Passion S AWD diklaim mampu berakselerasi dari 0-100 km/jam dalam waktu 4,5 detik.
Sementara itu, varian RWD memiliki jarak tempuh hingga 740 km berdasarkan standar CLTC. Untuk versi AWD, jarak tempuhnya mencapai sekitar 630 km dalam sekali pengisian baterai.
Passion S diposisikan sebagai salah satu pesaing SUV listrik China lain seperti Xiaomi YU7. Namun, aksi putaran 360 derajat di terowongan menjadi cara Voyah mencuri perhatian sebelum mobil tersebut benar-benar bersaing di pasar.




