LG Klaim TV-nya Lebih Sinematik dari Mode Bikinan Sutradara, Benarkah?

LG Klaim TV-nya Lebih Sinematik dari Mode Bikinan Sutradara, Benarkah?

Otomotif | sindonews | Jum'at, 21 Agustus 2026 - 09:06
share

He-Man punya kekuatan baru. Bukan pedang. Bukan tameng. Tapi remote TV. LG Electronics menggandeng Prime Video. Merayakan tayangnya Masters of the Universe versi live-action. Disutradarai Travis Knight. Ceritanya soal Pangeran Adam. Pulang ke Eternia setelah 15 tahun menghilang, mengikuti tuntunan Sword of Power. Ia dapati negerinya sudah dikuasai Skeletor. Bersama Teela dan Duncan --Man-At-Arms-- Adam menerima takdirnya. Jadi He-Man. Manusia terkuat di semesta.

Kisah lama. Dikemas ulang. LG ingin menontonnya bukan sekadar dari layar ponsel, tapi dari ruang keluarga. Maka lahirlah kolaborasi ini.

Senjata utamanya: Creator Original Picture Mode. Fitur ini pertama di industri untuk urusan streaming. Hanya ada di TV LG OLED evo seri 2026. Klaim LG, mode ini lebih kuat dari Filmmaker Mode yang sudah ada sebelumnya.

Bagaimana bisa lebih kuat? Karena parameter gambarnya diatur langsung oleh studio dan pembuat konten. Bukan oleh pabrikan TV. Detail bayangan diatur. Keseimbangan warna diatur. Pengurangan bintik gambar diatur. Penanganan gerakan pun diatur. Hasilnya: gambar bergerak, tetap presisi.

Ada juga perintah suara. Diucapkan lewat AI Magic Remote. Kalimatnya meniru jargon film: "I have the power!"

Yang jadi andalan LG di Indonesia: OLED evo AI C6. TV ini yang membawa Creator Original Picture Mode ke pasar kita. Pilihan layarnya lebar. Mulai 42 inci sampai 83 inci.

"Kekuatan visual dengan luasnya pilihan bentang layar untuk kemudahan menyesuaikan dengan kebutuhan ruang inilah yang membuat LG OLED evo AI C6 menjadi pintu masuk terbaik untuk merasakan dimensi baru pengalaman sinematik dalam rumah," kata Paul Park, Product Director Media Entertainment Solution TV LG Electronics Indonesia.

Di dalamnya bekerja Prosesor AI alpha 11 Gen3. Dibantu Brightness Booster. Kombinasi ini yang bikin gambar lebih terang. Bersertifikat Perfect Black dan Perfect Color.

Untuk gamer, ada tawaran lain. Resolusi 4K di refresh rate 165Hz. Kompatibel penuh dengan Nvidia G-SYNC dan FreeSync Premium. "Dukungan ini menjadikannya pilihan serius untuk gameplay yang responsif dan bebas tearing," kata Paul Park.

Soal suara, LG tidak main-main. AI Voice Command sudah mendukung Bahasa Indonesia. Lengkap dengan pengenalan aksen dan logat daerah.

"Memberi kenyamanan penggunaan perintah suara untuk berbagai pengaturan TV, meninggalkan model perintah kaku atau sangat terstruktur," kata Verina Widya, Product Marketing Manager Media Entertainment Solution TV LG Electronics Indonesia.Ada pula AI Voice ID with My Page. TV bisa mengenali siapa yang bicara. Lalu otomatis menyesuaikan profil, preferensi, sampai tampilan antarmuka. Satu TV, banyak pengguna, satu suara jadi kunci.

Makin banyak fitur pintar, makin besar juga risiko keamanan datanya. LG menjawabnya lewat LG Shield. Tujuh lapis perlindungan digital berjalan bersamaan: kriptografi, autentikasi pengguna, integritas perangkat lunak, transmisi data terenkripsi, hingga manajemen pembaruan otomatis. "Perlindungan berlapis ini demi menjaga privasi pengguna di era TV yang kian terhubung," kata Verina Widya.

Ada juga nilai tambah jangka panjang: webOS Re:New. Antarmuka dan fitur TV diperbarui berkala. Selama lima tahun. Jadi tanpa ganti unit, TV tetap terasa baru.

Kolaborasi LG dan Prime Video ini bukan yang pertama. Sudah berjalan lama. Dari format sinematik sampai integrasi smart TV. "Dengan kelengkapan Creator Original Picture Mode beserta kemampuan visual berbasis AI, fitur perintah suara yang semakin interaktif dan fleksibilitas pilihan bentang layar pada LG OLED evo AI C6, LG menghadirkan cara lebih imersif bagi penggemar Masters of the Universe untuk menikmati petualangan Eternia di rumah," kata Paul Park.

Yang penasaran, LG membuka ruang pamer. Namanya LG ZonaSeru. Ada di dalam K-House, Central Park Mall Jakarta. Di sana dipajang OLED evo AI, seri C6 maupun G6. Semua terhubung lewat platform LG ThinQ --satu aplikasi untuk mengatur seisi rumah.

Strategi LG bukan sekadar jualan TV. Tapi menjual pengalaman menonton yang sulit ditiru pesaing: hak eksklusif atas mode gambar bikinan studio sendiri.

Topik Menarik