Hobi Gila Aquaman Jason Momoa: Bikin Mobil Klasik Jadi Listrik hingga Koleksi Harley Jadul
Jason Momoa bukan sekadar aktor. Ia penggemar motor. Pecinta alam liar. Dan, belakangan, ia adalah penggerak eksperimen gila di garasinya sendiri.Bintang Aquaman ini tengah sibuk dengan proyek senyap: menyuntikkan nyawa listrik (EV) ke dalam kendaraan-kendaraan klasik. Ini bukan soal mencabut mesin bensin dan menggantinya dengan baterai asal-asalan. Tapi, karya teknik serius.
Ia menggandeng Electrogenic, firma teknik EV asal Oxford, Inggris. Kemitraan ini bermula dari proyek ambisius: menyulap Rolls-Royce Phantom II tahun 1929 menjadi mobil bertenaga listrik. Setelah itu berhasil, Momoa ketagihan.
Karya terbarunya, yang akan muncul di musim kedua serial On the Roam, jauh lebih liar.
Momoa menyetrum Land Rover Series I tahun 1949. Ini adalah salah satu generasi pertama Land Rover yang tersisa di dunia. Insinyur Electrogenic tidak membuang karakternya.
Sistem penggerak empat rodanya (4WD) tetap dipertahankan. Tuas-tuas aslinya masih berfungsi. Kendaraan tua ini tetap bisa disiksa di medan off-road berat—bedanya, kini ia bergerak tanpa suara. "Itu pengalaman yang sama sekali berbeda," ujar Momoa. "Saya dan putri saya menembus hutan dengan senyap—itu sangat indah."Eksperimen berikutnya tidak kalah langka. Sebuah camper van Land Rover Dormobile tahun 1961—satu dari sekitar 150 unit yang pernah diproduksi—dirombak menjadi kendaraan ekspedisi nol emisi.Semua kompor gas diganti kompor induksi modern. Baterai disembunyikan dengan rapi di dalam sasis. Bahkan fitur pengisian daya cepat (fast charging) ditambahkan. Jadilah ini camper EV untuk bertahan hidup di alam liar dalam waktu lama (off-grid).
Tapi yang paling nyeleneh justru koleksi roda duanya.
Electrogenic mengonversi tiga motor Harley-Davidson milik Momoa peninggalan era 1920-an. Zaman ketika motor bahkan belum punya rem depan dan cara menyalakannya sering bikin kaki cedera.
Hebatnya, dua di antaranya tidak sepenuhnya listrik. Insinyur diam-diam menambahkan motor listrik di roda belakang, menjadikannya motor hybrid. Motor renta itu kini bisa berjalan dengan bensin, listrik murni, atau keduanya sekaligus!
Mengendarai motor seabad dengan tenaga listrik? Terdengar surealis. Tapi itu menyelesaikan banyak masalah klasik: tidak perlu lagi mengengkol (kick-start) susah payah, torsi di kecepatan rendah melimpah, dan pengeremannya lebih modern."Kalau saya ingin dengar suara mesin aslinya, saya bisa nyalakan. Kalau tidak, saya tinggal ubah ke listrik," kata Momoa ringan.
Steve Drummond, CEO Electrogenic, mengakui proyek ini bikin pusing. "Tantangan teknis di Land Rover adalah memasukkan tenaga listrik dengan tetap menjaga transmisi 4WD aslinya. Untuk Harley, tantangannya jauh lebih berat," tuturnya. Menyinkronkan teknologi bensin seabad lalu dengan motor listrik modern jelas butuh kejeniusan tingkat dewa.Sebagai pelengkap gaya hidup off-grid-nya, Momoa juga memesan sebuah trailer ekspedisi khusus. Trailer ini dibekali baterai jumbo 93kWh. Gunanya untuk menghidupkan kulkas, perangkat audio, peralatan elektronik, hingga mengisi ulang daya kendaraan EV saat ia "kabur" ke alam liar berminggu-minggu.
Bagi Momoa, ini adalah caranya menembus batas. "Saya selalu bersemangat melihat perkembangan teknologi dan cara kita bergerak di dunia ini. Saya ingin terus berada di luar ruangan dengan cara yang lebih berkelanjutan," tegasnya.
Selama ini, pemilik mobil klasik selalu dilema: menjaga orisinalitas mesin atau menukar nyamannya teknologi modern. Lewat garasinya, Momoa membuktikan kita bisa mendapatkan keduanya.






