Penelitian Ungkap Cuaca Dingin Bikin Jarak Tempuh Mobil Listrik Turun hingga 39

Penelitian Ungkap Cuaca Dingin Bikin Jarak Tempuh Mobil Listrik Turun hingga 39

Otomotif | okezone | Sabtu, 9 Mei 2026 - 15:19
share

JAKARTA - Penelitian mengungkap faktor cuaca dapat mempengaruhi jarak tempuh mobil listrik dan hybrid. Cuaca dingin maupun panas dapat membuat mengurangi jarak tempuh mobil listrik. 

Hal ini sebagaimana hasil penelitian dari AAA.  Mereka menggunakan 3 mobil listrik dan 3 mobil hybrid sebagaoi sampel pengujian. 

Mobil elektrifikasi itu kemudian diuji di laboratorium yang mencakup dyno. Dengan kata lain, itu setara dengan berlari di atas treadmill di ruangan dengan suhu terkontrol. 

Melansir Carscoops, mereka mengatur sistem pendingin udara dan pemanas kendaraan ke suhu nyaman 72 derajat Fahrenheit. Suhu ruang uji divariasikan. 

Dalam pengujian ini, insinyur di AAA menetapkan tiga nilai suhu, yaitu 20 derajat Fahrenheit atau -6,7 derajat Celsius (musim dingin yang dingin), 75 derajat Fahrenheit atau 23,9 derajat Celsius (hari biasa), dan 95 derajat Fahrenheit atau 35 derajat Celsius (hari musim panas yang panas). Mereka pun mengemudi.

Dengan mengambil 75 derajat Fahrenheit atau 23,9C sebagai patokan, AAA menemukan pada 95 derajat Fahrenheit atau 35 derajat Celsius, kendaraan listrik kehilangan rata-rata 8,5 jarak tempuh. Ini setara dengan penurunan efisiensi sebesar 10,4. 

Kendaraan hybrid berkinerja lebih buruk, dengan penurunan efisiensi bahan bakar (mil per galon) sebesar 12. 

Uji coba cuaca dingin justru lebih mengkhawatirkan. Pada suhu -6 derajat C (20 derajat F), efisiensi kendaraan listrik (EV) turun drastis hingga 35,6, yang mengakibatkan pengurangan jarak tempuh rata-rata sebesar 39. 

Mobil hybrid juga mengalami penurunan signifikan. Efisiensi bahan bakar turun sebesar 22,8.

“Kendaraan listrik efisien pada suhu sedang tetapi kehilangan jangkauan yang signifikan dalam cuaca dingin. Kami memperkirakan hal ini dari penelitian kami sebelumnya, tetapi terkejut dengan penurunan efisiensi bahan bakar sebesar 23 untuk kendaraan hybrid pada suhu dingin," ujar Direktur Teknik dan Penelitian Otomotif di AAA, Greg Brannon.

"Pengemudi harus mempertimbangkan iklim, biaya energi, dan pola mengemudi saat memilih kendaraan yang paling sesuai dengan gaya hidup mereka,” katanya. 

Topik Menarik