Kebiasaan Sepele Pengendara Mobil Bisa Bikin BBM Boros

Kebiasaan Sepele Pengendara Mobil Bisa Bikin BBM Boros

Otomotif | inews | Sabtu, 30 Mei 2026 - 08:06
share

JAKARTA, iNews.id - Banyak pemilik kendaraan mengira konsumsi bahan bakar minyak (BBM) hanya ditentukan oleh spesifikasi mesin. Padahal, kebiasaan pengemudi saat berkendara memiliki peran besar dalam menentukan BBM boros atau tidak.

Beberapa tindakan yang terlihat sederhana ternyata dapat membantu kendaraan menempuh jarak lebih jauh dengan konsumsi bahan bakar yang lebih hemat. Sebaliknya, kebiasaan yang kurang tepat justru membuat mesin bekerja lebih berat dan boros BBM.

Salah satu langkah yang dianjurkan adalah menginjak pedal gas secara halus. Pada kendaraan bermesin diesel modern, seperti SUV diesel berteknologi turbo, sedikit tekanan pada pedal sudah mampu menghasilkan torsi besar sehingga tidak perlu melakukan akselerasi berlebihan.

Selain itu, pengemudi juga disarankan menjaga putaran mesin tetap ideal. Transmisi modern dengan banyak percepatan dirancang agar mesin bekerja pada putaran rendah saat melaju konstan. Karena itu, penggunaan kickdown sebaiknya dilakukan hanya saat diperlukan.

Kebiasaan lain yang tak kalah penting adalah memanfaatkan momentum kendaraan. Mengurangi pengereman yang tidak perlu dapat membantu menjaga kecepatan tetap stabil sehingga mesin tidak harus bekerja ekstra untuk kembali mencapai kecepatan sebelumnya.

Tekanan angin ban juga menjadi faktor yang sering diabaikan. Ban yang kurang angin meningkatkan hambatan gulir atau rolling resistance sehingga mesin membutuhkan tenaga lebih besar untuk menggerakkan kendaraan. Kondisi ini pada akhirnya berdampak pada meningkatnya konsumsi bahan bakar.

Di samping itu, perawatan berkala wajib dilakukan secara rutin. Filter udara yang kotor, filter bahan bakar yang tersumbat, maupun oli mesin yang kualitasnya menurun dapat membuat kinerja mesin tidak optimal dan lebih boros BBM.

Tidak hanya cara berkendara, pemilihan bahan bakar yang tepat juga berpengaruh terhadap performa dan efisiensi kendaraan. Pemilik kendaraan dianjurkan memeriksa rekomendasi pabrikan yang biasanya tercantum pada tutup tangki bahan bakar. Jika tertulis minimal RON 91, penggunaan bahan bakar dengan oktan 92 atau lebih tinggi dapat menjadi pilihan yang lebih aman.

Pengemudi juga sebaiknya tidak hanya mempertimbangkan harga saat memilih BBM. Nilai oktan yang sesuai membantu melindungi komponen mesin dari gejala knocking atau pembakaran tidak sempurna yang berpotensi menimbulkan kerusakan dalam jangka panjang.

Untuk perjalanan jauh, bahan bakar dengan oktan lebih tinggi dapat membantu menjaga stabilitas performa mesin saat bekerja pada suhu yang lebih tinggi. Selain itu, beberapa produk BBM beroktan tinggi juga dilengkapi aditif pembersih yang membantu mengurangi penumpukan kerak karbon di ruang bakar.

Memilih bahan bakar yang sesuai spesifikasi kendaraan merupakan investasi penting untuk menjaga performa sekaligus efisiensi. Sebagai informasi, Research Octane Number (RON) menjadi indikator kemampuan bahan bakar menahan tekanan tinggi di ruang bakar sehingga proses pembakaran berlangsung lebih optimal dan aman bagi mesin.

Tag: BBM irit, tips hemat BBM, RON bahan bakar, efisiensi kendaraan, konsumsi BBM, perawatan mobil, bahan bakar kendaraan, tips otomotif.

Topik Menarik