Tanda-Tanda Kampas Rem Mobil Harus Diganti, Jangan Abai Bisa Picu Kecelakaan

Tanda-Tanda Kampas Rem Mobil Harus Diganti, Jangan Abai Bisa Picu Kecelakaan

Otomotif | inews | Selasa, 19 Mei 2026 - 19:23
share

JAKARTA, iNews.id - Tanda-tanda kampas rem mobil habis wajib diketahui setiap pengendara demi menjaga keselamatan saat berkendara. Kampas rem merupakan komponen penting pada sistem pengereman yang memiliki usia pakai dan dapat aus seiring penggunaan kendaraan.

Semakin sering mobil digunakan, maka risiko kampas rem menipis juga semakin besar. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat membuat pengereman tidak optimal hingga meningkatkan potensi kecelakaan.

Dilansir dari laman Suzuki berikut tanda-tanda kampas rem mulai harus segera diganti.

1. Muncul Bunyi Berdecit Saat Mengerem

Tanda paling umum kampas rem mulai habis adalah muncul suara berdecit ketika pedal rem diinjak. Bunyi tersebut muncul akibat gesekan logam karena lapisan kampas sudah menipis.

Jika suara decitan terus muncul, pengemudi disarankan segera mengganti kampas rem. Sebab, kondisi itu dapat membuat sistem pengereman rusak hingga berisiko menyebabkan rem blong.

2. Sistem Pengereman Terasa Melemah

Kampas rem yang masih bagus membuat pengereman terasa lebih pakem. Sebaliknya, kampas aus dapat membuat jarak pengereman bertambah sekitar 2-5 meter pada kecepatan 40-60 km/jam.

Kondisi tersebut membuat mobil membutuhkan jarak lebih panjang untuk berhenti. Risiko kecelakaan pun menjadi lebih tinggi apabila pengemudi terlambat mengantisipasi.

3. Pedal Rem Terasa Lebih Dalam

Tanda lainnya adalah pedal rem terasa lebih berat atau harus diinjak lebih dalam dari biasanya. Hal itu menunjukkan daya cengkeram kampas mulai berkurang.

Jarak tekan pedal rem bahkan dapat bertambah sekitar 20-30 persen dibanding kondisi normal. Selain mengurangi kenyamanan berkendara, kondisi ini juga berbahaya bagi keselamatan.

4. Timbul Getaran Saat Mobil Direm

Getaran saat pengereman juga menjadi indikasi kampas rem mulai habis. Permukaan kampas yang tidak rata memicu gesekan tidak sempurna dengan cakram rem.

Jika terus dibiarkan, getaran dapat merusak komponen pengereman lainnya dan membuat pengendara semakin tidak nyaman saat berkendara.

5. Volume Minyak Rem Berkurang

Volume minyak rem yang berkurang tanpa adanya kebocoran juga bisa menjadi tanda kampas rem menipis. Pengemudi dapat mengecek kondisi tersebut melalui tabung minyak rem di ruang mesin.

Apabila minyak rem berkurang secara tidak wajar, ada kemungkinan kampas rem sudah aus dan perlu diganti.

6. Velg Mobil Cepat Kotor

Kampas rem yang mulai habis biasanya menghasilkan serbuk halus yang menempel di bagian dalam velg. Kondisi ini membuat velg lebih cepat kotor dibanding biasanya.

Serbuk kampas tidak hanya mengganggu tampilan velg, tetapi juga dapat memengaruhi komponen lain pada sistem pengereman jika dibiarkan menumpuk.

Kapan Kampas Rem Harus Diganti?

Interval penggantian kampas rem bergantung pada gaya berkendara dan kondisi jalan yang sering dilalui. Namun, secara umum terdapat beberapa acuan ideal untuk penggantian kampas rem.

Untuk mobil harian di area perkotaan, kampas rem disarankan diganti setiap 20.000-30.000 km. Sementara kendaraan yang sering membawa beban berat atau melewati jalan tanjakan dan turunan sebaiknya mengganti kampas setiap 15.000-20.000 km.

Mobil yang jarang digunakan juga tetap perlu pemeriksaan berkala minimal enam bulan sekali. Sebab, material kampas bisa mengeras meski kendaraan tidak sering dipakai.

Risiko Telat Mengganti Kampas Rem

Menunda penggantian kampas rem dapat menyebabkan kerusakan serius pada sistem pengereman. Salah satunya adalah kerusakan cakram rem akibat gesekan logam secara langsung.

Selain itu, pengereman menjadi tidak optimal sehingga mobil membutuhkan jarak lebih panjang untuk berhenti. Pada mobil yang sudah menggunakan sistem ABS, kondisi kampas aus juga dapat mengganggu sensor dan sistem hidrolik pengereman.

Risiko lain yang tak kalah berbahaya adalah overheating pada sistem pengereman. Gesekan berlebih akibat kampas tipis membuat suhu rem meningkat drastis, terutama saat mobil sering direm dalam perjalanan.

Topik Menarik