Harga Pertamax Dex Tembus Rp23.900, Pengguna Mobil Diesel Ramai-ramai Akali Barcode Biosolar
Harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi naik lagi. Per 18 April 2026, Pertamina resmi mengerek harga.
Kenaikannya bikin kaget. Terutama untuk jenis diesel.
Di Jakarta, Dexlite kini dibanderol Rp23.600 per liter. Pertamina Dex lebih gila lagi: Rp23.900 per liter. Ini bukan angka yang ramah untuk dompet, sekalipun bagi mereka yang sanggup membeli mobil sekelas Innova Reborn, Fortuner, atau Pajero Sport.
Di dunia maya, kepanikan itu terekam jelas. Perdebatan sengit terjadi. Topiknya satu: Haruskah turun kasta memakai Biosolar yang harganya masih bersubsidi (Rp6.800 per liter)?
Selisih harganya memang menggiurkan. Sangat besar. Rp17.100 per liter. Kalau dihitung-hitung secara matematis, godaan itu masuk akal. Atau bahkan, menjadi solusi satu-satunya daripada harus memakai Pertadex dan Dexlite yang terlalu mahal. Daripada harus menjual mobil?Akun @mushlih_san mencoba membuat kalkulasi. Ia menghitung proyeksi pemakaian hingga 50.000 km. Asumsinya: Pertamina Dex bisa menempuh 12,5 km per liter, sedangkan Biosolar sedikit lebih boros, 11 km per liter.Hanya dari sisi BBM saja, pemakai Biosolar hanya keluar uang Rp30,9 juta. Bandingkan dengan Pertamina Dex yang menelan biaya Rp95,6 juta. Ada selisih penghematan Rp64,7 juta!
Tapi tunggu dulu. Mesin diesel modern standar Euro 4 (seperti pada Innova Reborn) itu manja. Hanya menoleransi kandungan sulfur maksimal 50 ppm. Sementara Biosolar (B40)? Kandungan sulfurnya bisa tembus 2.500 ppm. Jauh di atas batas toleransi.
Akibatnya, biaya perawatannya membengkak. Anda harus lebih sering ganti filter solar, merawat injektor, hingga bersiap menghadapi risiko kerusakan pompa injeksi (HPP) dan turbo.
Kalau dijumlahkan semua—BBM, filter, servis berkala, hingga depresiasi nilai jual—total biaya pemakai Biosolar mencapai Rp60.131.000. Sementara Pertamina Dex sekitar Rp108.050.000.
“Secara worst case (kemungkinan terburuk), kalau injektor jebol dan harus diganti semua (tambah Rp28 juta) plus pompa HPP rusak (tambah Rp15 juta), memakai Biosolar justru bisa berbalik menjadi jauh lebih mahal,” tulis utas tersebut.Namun, hitung-hitungan di atas kertas sering kali kalah oleh kelihaian di jalanan. Banyak pengguna diesel berbagi "jalan ninja" mereka.
Akun @dedotkus mengaku 6 tahun pakai mesin 2KD sejauh 100.000 km selalu pakai Biosolar. Rahasianya? "Campur aditif dan pakai oli mesin dengan TBN di atas 10. Tidak pernah ganti injektor," akunya.
Begitu juga dengan akun @pecel132. Fortunernya yang sudah menempuh 171.000 km sehat-sehat saja menenggak Biosolar. Kuncinya pada remap mesin, penambahan aditif, dan memasukkan BRQ B8 ke dalam tangki.
Masalahnya, perdebatan teknis ini menabrak dinding birokrasi.
"Langkah pertama sebelum mikir jauh-jauh, mobilnya bisa dapat barcode-nya nggak?" sindir akun @bukanpetrolhead.Komentar ini sangat menohok. Kenyataannya, PT Pertamina Patra Niaga kini semakin ketat. Mereka tak segan memblokir barcode MyPertamina milik kendaraan bermesin besar atau mewah yang ketahuan menenggak BBM subsidi.
"Banyak yang bilang aman pakai aditif dan rajin ganti filter solar. Cuma, nggak bisa minum Biosolar lagi. Barcode udah pada diblokir," keluh akun @don_banjarnahor. Grup-grup Facebook pencinta mobil diesel pun diwarnai kepanikan soal pemblokiran masal ini.
Sebagian pemilik yang merasa "tahu diri" memilih pasrah. "Saya pemakai Venturer, dari dulu selalu isi Dex, sepertinya pun akan tetap begitu.
Konsekuensinya ya perjalanan dengan mobil dikurangi saja," kata @harsya_abd. Ia mengaku takut merampas hak orang miskin jika ikut-ikutan antre Biosolar.
Ada juga yang langsung mengambil langkah ekstrem: jual mobil. Akun @agung___ngrh mengaku langsung menjual Fortuner 2.8 miliknya dan beralih memesan Zenix Hybrid bensin. "Lumayan irit, masih bisa isi Pertamax," akunya. Ia enggan melompat ke mobil listrik murni karena biaya pasang pengisian daya rumahan bisa tembus Rp21 juta.
Jadi, mobil diesel Anda mau dikasih minum apa besok pagi? Kalau barcode sudah diblokir Pertamina, pilihannya tinggal dua: siapkan dompet tebal untuk Pertamina Dex, atau jadikan mobil Anda sebagai pajangan museum di garasi.







