Mobil Sering Kehujanan, Ini 8 Komponen Penting Kendaraan Harus Diperhatikan

Mobil Sering Kehujanan, Ini 8 Komponen Penting Kendaraan Harus Diperhatikan

Otomotif | inews | Kamis, 2 April 2026 - 11:41
share

JAKARTA, iNews.id - Mobil sering kehujanan saat musim penghujan membuat pemilik kendaraan harus lebih teliti memeriksa kondisi mobil. Tidak hanya mesin, ada sejumlah komponen penting yang perlu mendapat perhatian agar perjalanan tetap aman dan nyaman.

Saat curah hujan meningkat, tantangan berkendara juga ikut berubah. Jalanan licin, genangan air, hingga visibilitas yang menurun membuat sejumlah komponen kendaraan bekerja lebih keras dari biasanya.

Sebab itu, memastikan mobil dalam kondisi prima menjadi hal penting. Dilansir dari laman Suzuki, ada beberapa komponen kendaraan yang perlu diperiksa secara rutin ketika mobil sering kehujanan atau digunakan saat musim hujan.

Berikut delapan komponen mobil yang perlu mendapat perhatian lebih.

1. Wiper dan Cairan Washer

Wiper menjadi komponen pertama yang berperan menjaga visibilitas pengemudi saat hujan. Karet wiper yang sudah getas atau retak tidak mampu menyapu air dengan sempurna sehingga kaca depan bisa tetap buram.

Kondisi tersebut berisiko mengganggu pandangan pengemudi di jalan. Jika karet wiper sudah mulai mengeras atau meninggalkan bekas sapuan, sebaiknya segera diganti.

Selain itu, pastikan tangki cairan washer selalu terisi. Penggunaan cairan khusus pembersih kaca lebih dianjurkan karena mampu mengangkat noda minyak maupun kotoran yang terbawa air hujan.

2. Sistem Pengereman

Sistem pengereman menjadi komponen krusial yang berkaitan langsung dengan keselamatan berkendara. Saat jalan licin, jarak pengereman kendaraan biasanya menjadi lebih panjang.

Kampas rem perlu diperiksa secara berkala untuk memastikan ketebalannya masih aman. Jika sudah menipis, penggantian harus segera dilakukan.

Selain itu, kondisi minyak rem juga perlu diperhatikan. Kebocoran pada sistem hidrolik dapat membuat pedal rem terasa lebih dalam dan berisiko menurunkan kinerja pengereman.

3. Ban

Ban merupakan satu-satunya bagian mobil yang bersentuhan langsung dengan permukaan jalan. Kondisi ban sangat menentukan traksi kendaraan, terutama saat melewati jalan basah.

Ban yang sudah gundul atau memiliki alur tapak terlalu tipis berisiko mengalami aquaplaning. Kondisi ini terjadi ketika ban kehilangan cengkeraman karena berada di atas lapisan air.

Pastikan kedalaman alur ban masih berada di atas batas minimal sekitar 1,6 mm. Selain itu, periksa juga apakah ada retakan atau benjolan pada dinding ban serta pastikan tekanan angin sesuai rekomendasi.

4. Sistem Kelistrikan dan Lampu

Tingkat kelembapan tinggi saat musim hujan dapat memengaruhi sistem kelistrikan kendaraan. Kabel yang terkelupas atau soket yang lembap berisiko menimbulkan gangguan hingga korsleting.

Periksa kabel-kabel di ruang mesin dan pastikan tidak ada bagian yang rusak. Kondisi terminal aki juga perlu diperhatikan agar tidak berkerak atau mengalami korosi.

Lampu kendaraan harus berfungsi dengan baik, mulai dari lampu utama, lampu belakang, lampu sein hingga lampu rem. Pencahayaan yang optimal penting agar pengemudi bisa melihat jalan dengan jelas dan kendaraan tetap terlihat oleh pengguna jalan lain.

5. Defogger

Embun pada kaca mobil sering muncul saat hujan akibat perbedaan suhu di dalam dan luar kabin. Kondisi ini dapat mengganggu pandangan pengemudi jika tidak segera diatasi.

Mobil modern biasanya dilengkapi defogger untuk menghilangkan embun. Pada kaca depan, fungsi ini biasanya dibantu aliran udara dari AC yang diarahkan ke kaca.

Sementara pada kaca belakang terdapat garis pemanas yang membantu menghilangkan embun. Pastikan fitur ini berfungsi normal agar pandangan tetap jelas.

6. AC

Sistem pendingin udara atau AC tidak hanya berfungsi memberikan kenyamanan di dalam kabin. Saat musim hujan, AC juga membantu mengurangi kelembapan udara di dalam mobil.

Dengan menyalakan AC, uap air dalam kabin dapat terserap sehingga kaca tidak mudah berembun. Hal ini membantu menjaga visibilitas selama berkendara.

Jika AC terasa kurang dingin atau muncul bau tidak sedap, sebaiknya lakukan perawatan seperti mengganti filter kabin atau membersihkan evaporator.

7. Kaki-Kaki Mobil

Komponen kaki-kaki mobil bekerja lebih keras saat kendaraan melewati jalan berlubang yang tertutup genangan air. Sistem suspensi harus mampu meredam guncangan sekaligus menjaga stabilitas kendaraan.

Shockbreaker yang sudah lemah dapat membuat mobil terasa limbung saat dikendarai. Hal ini berpotensi menurunkan kenyamanan dan keamanan berkendara.

Selain itu, komponen lain seperti tie rod dan ball joint juga perlu diperiksa. Jika muncul suara berisik atau getaran pada setir, kemungkinan ada masalah pada sistem kaki-kaki.

8. Pelindung Anti-Karat

Perlindungan terhadap karat sering diabaikan oleh pemilik kendaraan. Padahal saat musim hujan, mobil tidak hanya terkena air, tetapi juga berbagai zat yang dapat memicu korosi.

Risiko karat meningkat jika kendaraan sering melewati genangan atau banjir. Air yang mengendap di bagian kolong mobil dapat mempercepat proses korosi pada logam.

Setelah mobil terkena hujan atau melewati genangan air, sebaiknya tidak hanya mencuci bagian luar kendaraan. Membersihkan kolong mobil dengan semprotan air bertekanan tinggi juga dianjurkan.

Untuk perlindungan lebih maksimal, pemilik kendaraan dapat mempertimbangkan pelapisan anti-karat atau undercoating agar komponen bawah mobil tetap terlindungi.

Memperhatikan delapan komponen tersebut, mobil yang sering kehujanan tetap dapat digunakan secara aman. Perawatan rutin menjadi langkah penting agar kendaraan tetap prima meski harus menghadapi kondisi jalan saat musim hujan.

Topik Menarik