Harga BBM Terancam Naik, Davigo Dukung Pemerintah Percepat Adopsi Motor Listrik

Harga BBM Terancam Naik, Davigo Dukung Pemerintah Percepat Adopsi Motor Listrik

Otomotif | inews | Kamis, 2 April 2026 - 12:01
share

JAKARTA, iNews.id - Harga BBM terancam naik di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global yang memicu potensi lonjakan harga energi dunia. Situasi ini dinilai dapat memberikan tekanan terhadap daya beli masyarakat serta meningkatkan biaya operasional sektor transportasi di Indonesia.

Meski pemerintah menetapkan harga BBM pada April 2026 tidak mengalami kenaikan, kemungkinan penyesuaian tetap terbuka apabila konflik global terus berkepanjangan. Kondisi tersebut mendorong percepatan penggunaan kendaraan listrik sebagai langkah strategis mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Presiden Prabowo Subianto bahkan mengungkap rencana besar pemerintah melakukan konversi massal kendaraan berbahan bakar minyak (BBM) menjadi kendaraan listrik berbasis baterai.

"Rencana secara keseluruhan kendaraan bermotor kita akan konversi ke motor listrik. Semua mobil, truk, traktor harus tenaga listrik," ujar Prabowo, Rabu (25/3/2026).

Dia menilai penggunaan BBM ke depan kemungkinan akan semakin terbatas dan hanya digunakan segmen tertentu. Sebab itu, pemerintah mendorong transformasi energi di sektor transportasi menuju sumber energi yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Menanggapi situasi tersebut, produsen motor listrik lokal Davigo menilai kondisi global saat ini menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik.

General Manajemen Davigo, Aprizal mengatakan, motor listrik dapat menjadi solusi mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap fluktuasi harga BBM yang dipengaruhi dinamika geopolitik dunia.

“Ketika harga BBM sangat dipengaruhi dinamika global, maka masyarakat Indonesia berada dalam posisi rentan. Motor listrik menjadi solusi untuk memutus ketergantungan tersebut,” kata Aprizal.

Dia menilai kendaraan listrik memiliki struktur biaya operasional yang jauh lebih stabil dibanding kendaraan berbahan bakar fosil. Hal ini menjadi faktor penting di tengah ketidakpastian harga energi global.

Biaya pengisian listrik sekitar Rp6.000 untuk penggunaan harian, motor listrik dinilai menjadi alternatif rasional bagi masyarakat yang ingin menekan pengeluaran transportasi.

Efisiensi biaya tersebut juga sangat relevan bagi pekerja sektor transportasi seperti pengemudi ojek online maupun kurir logistik. Kelompok ini sangat sensitif terhadap perubahan harga bahan bakar karena berdampak langsung pada pendapatan harian mereka.

Motor Listrik Lokal

Sebagai produsen kendaraan listrik dalam negeri, Davigo menyebut penguatan industri motor listrik nasional juga memiliki dampak strategis bagi ketahanan energi Indonesia.

Beberapa produk motor listrik Davigo bahkan telah memiliki tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) di atas 40 persen. Ini menunjukkan potensi industri kendaraan listrik lokal untuk berkembang sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap energi impor.

“Transisi ke kendaraan listrik bukan hanya soal lingkungan, tetapi juga soal kemandirian energi nasional dan stabilitas ekonomi,” ujar Aprizal.

Di tengah kondisi global yang tidak menentu, Davigo juga mendorong pemerintah untuk menghadirkan kebijakan yang mampu mempercepat adopsi kendaraan listrik di Indonesia. Dukungan tersebut mencakup kepastian insentif kendaraan listrik, penguatan industri lokal, hingga pengembangan ekosistem pendukung seperti infrastruktur pengisian daya.

“Kondisi saat ini harus menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional. Dengan dukungan yang tepat, Indonesia bisa mengurangi ketergantungan terhadap energi impor,” kata Aprizal.

Peralihan menuju kendaraan listrik dinilai dapat menjadi solusi jangka panjang yang lebih stabil, efisien, dan mendukung ketahanan energi nasional.

Dikathui, motor listrik produksi Davigo dilengkapi baterai lithium jenis NMC dan LFP serta motor bertenaga 2.000 watt. Kendaraan ini diklaim mampu menempuh jarak lebih dari 160 kilometer dalam satu kali pengisian daya.

Performa tersebut dinilai cukup untuk mendukung berbagai aktivitas harian masyarakat, termasuk penggunaan intensif seperti layanan transportasi daring maupun pengiriman barang.

Bahkan, motor listrik tersebut diklaim mampu menempuh perjalanan dari Jakarta menuju Bandung tanpa perlu melakukan pengisian ulang baterai.

Davigo memiliki skema kepemilikan fleksibel melalui sewa milik atau rent-to-own. Skema ini memungkinkan masyarakat memiliki motor listrik dengan biaya harian lebih terjangkau.

Topik Menarik