Mengapa Kaki Pembalap MotoGP Turun Sebelum Menikung? Ini Penyebabnya
MENGAPA kaki pembalap MotoGP turun sebelum menikung? Ini penyebabnya. Gerakan ini dikenal sebagai leg dangle, yaitu menjulurkan kaki bagian dalam saat mengerem menjelang tikungan.
Teknik ini pertama kali banyak disorot pada MotoGP Spanyol 2005. Di tikungan terakhir lap penutup, Valentino Rossi menyalip Sete Gibernau dari jalur dalam sambil mengerem terlambat dan menurunkan kaki kirinya.
Gibernau melebar dan finis kedua, sementara Rossi memenangi balapan. Aksi itu dijuluki The Doctor’s dangle dan lambat laun ditiru para rivalnya, hingga kini lazim terlihat di MotoGP, Moto2, Moto3, dan WorldSBK.
Lantas, apa sebenarnya alasan pembalap MotoGP melakukan gerakan ini? Dilansir dari laman resmi MotoGP berikut merupakan alasan mengapa kaki pembalap MotoGP turun sebelum menikung.
1. Penyebab Pembalap Menurunkan Kaki
Teknik ini umumnya dipakai saat pembalap mengerem dalam posisi tegak di lintasan yang relatif lurus, misalnya di ujung lintasan lurus utama. Pada tikungan pendek atau mengalir, seperti chicane, pembalap cenderung tidak memakainya karena waktu dan stabilitasnya terbatas. Ada beberapa teori yang menjelaskan alasannya dan berikut empat di antaranya.
Pertama, menghemat tenaga. Menahan kaki di footpeg dianggap lebih melelahkan daripada membiarkannya menjuntai. Perubahan posisi tubuh juga disebut bisa mengurangi sebagian beban di lengan akibat gaya pengereman yang besar.
Kedua, menjaga stabilitas. Kaki yang dijulurkan menggeser pusat gravitasi ke sisi dalam tikungan. Dengan begitu, motor tampaknya bisa tetap tegak lebih lama sehingga lebih banyak bagian ban menempel di lintasan. Hal ini meningkatkan daya pengereman sekaligus stabilitas.
Ketiga, menambah hambatan udara. Saat mengerem, kaki dan badan pembalap bekerja seperti parasut yang membantu memperlambat laju. Pembalap juga menggambarkan adanya efek “jangkar” karena kaki tertarik ke arah tanah oleh aliran udara.
Keempat, memberi keuntungan psikologis. Banyak pembalap merasa lebih efektif saat melakukannya, meski sulit menjelaskan alasannya. Sebagian pembalap diduga ikut menirunya karena Rossi melakukannya, dan ada yang menilai gerakan ini bisa mengganggu atau menghalangi lawan yang hendak menyalip.
2. Seberapa Efektif Teknik Ini?
Mantan pembalap Sylvain Guintoli, juara dunia WorldSBK 2014, menilai teknik ini efektif. Menurutnya, pusat gravitasi yang lebih rendah meningkatkan stabilitas pengereman. Ia mengakui efek jangkarnya hanya keuntungan kecil, tetapi di MotoGP keuntungan sekecil apapun itu berarti.
Pandangan serupa datang dari Cal Crutchlow, mantan pembalap MotoGP. Ia merasa lebih cepat saat menjulurkan kaki dan sebaliknya merasa melambat ketika berusaha menahan kakinya di footpeg. Namun, ia mengingatkan teknik ini bisa mengganggu keseimbangan motor jika dilakukan kurang tepat. Menurutnya, pembalap bertubuh lebih kecil cenderung lebih sering memakainya.
Tidak semua pembalap menggunakannya. Jorge Lorenzo, juara dunia kelas premier tiga kali, memilih tidak melakukannya dan tetap memiliki kecepatan tikungan yang tinggi. Karena itu, manfaat nyata teknik ini masih diperdebatkan.
Begitulah alasan di balik gerakan menurunkan kaki yang sering terlihat dalam balapan MotoGP. Meski manfaat pastinya masih diperdebatkan, banyak pembalap meyakini teknik ini membantu mereka saat di lintasan.









