MotoGP Malaysia 2026: Sejumlah Pembalap Keluhkan Aspal Sirkuit Sepang, Disebut Mirip Trek Motocross!

MotoGP Malaysia 2026: Sejumlah Pembalap Keluhkan Aspal Sirkuit Sepang, Disebut Mirip Trek Motocross!

Olahraga | okezone | Jum'at, 30 Oktober 2026 - 19:54
share

SELANGOR – Sejumlah pembalap mengeluhkan kualitas aspal di Sirkuit Internasional Sepang, Selangor, tuan rumah MotoGP Malaysia 2026. Fabio Di Giannantonio menyebutnya seperti trek motocross, sementara Pedro Acosta kecewa tidak ada peningkatan.

Sirkuit Internasional Sepang direncanakan akan diaspal ulang jelang MotoGP Malaysia 2026. Tapi, hal itu tidak pernah terwujud. Apalagi, bulan lalu, mereka terpaksa menggelar F1 GP Bahrain 2026.

1. Motocross

Pedro Acosta melaju di MotoGP Malaysia 2026 (Foto: KTM Media/Polarity Photo/Rob Gray)

Situasi itu membuat kondisi aspal jadi lebih parah. Di beberapa bagian tampak ada gundukan yang mirip dengan trek motocross. Kemudian, beberapa pembalap mengeluhkan terkena lontaran kerikil.

“Setiap tahun, sepertinya aspal di sini semakin buruk. Tidak banyak gundukan, tetapi tetapi saat ban menyentuh aspal, situasinya menjadi sangat sulit. Bahkan, ada bagian-bagian aspal yang terlepas,” kata Acosta, dikutip dari Crash, Jumat (30/10/2026).

“Ini seperti trek motocross. Kami harus mengenakan pelindung dada. Ada banyak kerikil yang mental dari aspal,” kata Di Giannantonio.

“Saya terkena beberapa kerikil ketika melakukan latihan start di belakang pembalap lain,” sahut pria berpaspor Italia tersebut.

 

2. Hilang Daya Cengkeram

Augusto Fernandez melaju di MotoGP Malaysia 2026 (Foto: Pramac Racing Yamaha)

Sementara itu, pembalap tes Yamaha Augusto Fernandez merasa daya cengkeram ban akan hilang dalam 1-2 putaran. Hal ini tentu sungguh berbahaya untuk balapan yang punya jumlah lap hingga 20-an.

“Kondisi trek, saya pikir lebih buruk ketimbang sewaktu tes. Daya cengkeram ban terhadap aspal seperti jauh berkurang. Ban seperti langsung aus setelah hanya 1-2 lap,” tukas Fernandez.

“Dengan lap yang panjang, jika kamu terlalu mendorong di awal, Anda harus bayar harga mahal di sektor terakhir. Sepertinya, masalah ini terjadi di semua sektor di sirkuit,” tutupnya.

Masalah serupa sempat ditemui para pembalap di Sirkuit Internacional Ayrton Senna, Goiania, pada seri Brasil. Tapi, trek tersebut baru kelar dibangun sementara Sepang sudah rutin menggelar balapan sejak 1990-an.

Topik Menarik