Persija Didenda Rp90 Juta, Shin Tae-yong Sentil The Jakmania

Persija Didenda Rp90 Juta, Shin Tae-yong Sentil The Jakmania

Olahraga | inews | Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:00
share

BEKASI, iNews.id – Persija Jakarta dijatuhi sanksi akibat kericuhan suporter saat menghadapi Persita Tangerang di Super League 2026-2027. Menanggapi hukuman tersebut, pelatih Persija, Shin Tae-yong, meminta The Jakmania melakukan introspeksi dan menunjukkan sikap yang lebih dewasa demi kepentingan tim.

Sanksi itu dijatuhkan setelah pertandingan pekan kelima antara Persija dan Persita di Banten International Stadium (BIS), pekan lalu. Dalam laga tersebut, Macan Kemayoran harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor 2-3.

Kericuhan di tribun yang melibatkan suporter Persija, The Jakmania, dan pendukung Persita menjadi persoalan serius bagi klub ibu kota. Akibat insiden tersebut, Persija dikenai denda total Rp90 juta serta larangan menghadirkan suporter pada pertandingan tandang selama setengah musim.

Shin Tae-yong berharap hukuman tersebut menjadi pelajaran penting bagi para pendukung Persija. Menurut dia, tindakan yang memicu keributan tidak hanya berdampak kepada suporter, tetapi juga merugikan klub dan tim yang sedang berjuang meraih hasil maksimal di kompetisi.

"Saya berharap para suporter tidak lagi melakukan tindakan seperti itu. Perilaku tersebut bisa merugikan klub, tim, dan juga para suporter sendiri," kata Shin di Bekasi, Rabu (21/10/2026).

Shin Tae-yong Puji Keharmonisan The Jakmania dan Aremania

Di tengah persoalan sanksi, Shin justru mendapatkan pengalaman positif ketika Persija menjamu Arema FC pada pekan keenam Super League 2026-2027. Dalam pertandingan di Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi, Selasa (20/10/2026), Persija menang telak 5-1 atas tim berjuluk Singo Edan tersebut.

Pelatih asal Korea Selatan itu mengapresiasi suasana di tribun yang memperlihatkan keharmonisan antara The Jakmania dan suporter Arema FC, Aremania. Menurut dia, dukungan suporter seharusnya menjadi bagian positif dari pertandingan sepak bola, bukan sumber konflik.

"Sebagai pelatih, saya merasa sangat bahagia dan bersyukur. Kita harus saling menghormati. Suporter kami harus menghormati suporter tim tamu, begitu juga ketika kami bertandang ke markas lawan, kami harus menghormati suporter tuan rumah," ujarnya.

Shin menegaskan dirinya menginginkan atmosfer pertandingan yang penuh rasa hormat seperti saat Persija menghadapi Arema FC. Dia berharap hubungan baik antarsuporter dapat terus terjaga, baik ketika bermain di kandang maupun saat tim bertandang ke markas lawan.

"Saya sangat menginginkan suasana seperti ini. Saya benar-benar senang melihat kondisi yang positif seperti sekarang," tambahnya.

Pesan tersebut menjadi sorotan di tengah upaya Persija menjaga performa di Super League 2026-2027. Kemenangan besar atas Arema FC menunjukkan kekuatan tim di lapangan, tetapi persoalan perilaku suporter tetap menjadi pekerjaan rumah yang perlu diperhatikan klub.

Persija Pimpin Klasemen, Persik Kediri Menanti

Saat ini, Persija untuk sementara memuncaki klasemen Super League 2026-2027 dengan koleksi 15 poin. Tim ibu kota mengumpulkan angka tersebut dari lima kemenangan dan satu kekalahan dalam enam pertandingan.

Persija kini harus menjaga konsistensi agar tetap berada di jalur persaingan papan atas. Selain mempersiapkan tim untuk pertandingan berikutnya, klub juga menghadapi tantangan menjaga dukungan suporter agar tidak kembali berujung pada sanksi yang merugikan.

Lawan berikutnya adalah Persik Kediri pada pekan ketujuh. Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta, Senin (26/10/2026).

Laga melawan Persik menjadi kesempatan bagi Persija untuk melanjutkan tren positif setelah membantai Arema FC. Di sisi lain, pesan Shin Tae-yong kepada The Jakmania menjadi pengingat penting agar dukungan terhadap Macan Kemayoran tetap diberikan secara tertib dan menjunjung sportivitas.

Topik Menarik