Gischa dan Handayani Menggila! Indonesia Panen 2 Emas dari Boccia di Asian Para Games 2026

Gischa dan Handayani Menggila! Indonesia Panen 2 Emas dari Boccia di Asian Para Games 2026

Olahraga | inews | Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:27
share

NAGOYA, iNews.id – Indonesia menambah dua medali emas secara beruntun dari cabang olahraga boccia di Asian Para Games 2026, Rabu (21/10/2026) siang. Gischa Zayana dan Handayani tampil gemilang setelah memenangi pertandingan final nomor individual putri masing-masing dengan selisih hanya satu poin.

Emas pertama dipersembahkan Gischa Zayana dari nomor BC2 individual putri. Dia mengalahkan wakil Hong Kong, Hiu Lam Yeung, dengan skor tipis 6-5 dalam pertandingan yang berlangsung ketat.

Tak berselang lama, giliran Handayani yang memastikan emas kedua Indonesia dari boccia. Tampil di nomor BC1 individual putri, dia menundukkan atlet Malaysia, Angeline Melissa, dengan skor 5-4.

Dua kemenangan tersebut menjadi tambahan penting bagi kontingen Merah Putih dalam persaingan medali Asian Para Games 2026. Kedua atlet Indonesia sukses mengatasi lawan masing-masing dalam pertandingan dengan perbedaan skor yang sangat tipis.

Boccia merupakan cabang olahraga bola presisi yang dirancang bagi atlet dengan disabilitas fisik berat, termasuk penyandang cerebral palsy dan pengguna kursi roda. Para atlet berusaha menempatkan bola sedekat mungkin dengan bola sasaran melalui lemparan atau teknik mendorong sesuai kemampuan masing-masing.

Gischa dan Handayani Bersinar, Boccia Masih Berpeluang Tambah Emas

Dalam boccia, klasifikasi BC1 diperuntukkan bagi atlet dengan cerebral palsy atau kondisi medis lain yang menyebabkan gangguan fungsi berat. Atlet dalam klasifikasi ini diperbolehkan mendapat bantuan asisten sesuai peraturan pertandingan.

Sementara itu, klasifikasi BC2 ditujukan bagi atlet dengan disabilitas yang memiliki kemampuan fungsi tangan dan keseimbangan duduk lebih baik dibandingkan atlet BC1.

Gischa berhasil memanfaatkan kemampuannya untuk mengamankan kemenangan atas wakil Hong Kong, sedangkan Handayani melewati perlawanan ketat atlet Malaysia.

Di tengah keberhasilan dua atlet putri tersebut, Indonesia juga menurunkan Muhammad Syafa di nomor BC1 individual putra. Namun, Syafa belum berhasil membawa pulang medali setelah kalah tipis 5-6 dalam pertandingan perebutan medali perunggu.

Peluang Indonesia menambah medali dari boccia belum berakhir. Felix Ardhi Yudha masih dijadwalkan tampil di nomor BC2 individual putra pada hari yang sama. Penampilannya membuka kesempatan bagi Merah Putih untuk kembali menambah koleksi medali dari cabang olahraga tersebut.

Dua emas boccia juga memperkuat kontribusi cabang olahraga ini bagi kontingen Indonesia. Sebelumnya, para atletik turut menyumbangkan dua medali emas dalam perjuangan Merah Putih di ajang olahraga multicabang bagi atlet penyandang disabilitas tersebut.

Pada Rabu (21/10/2026), Indonesia telah mengamankan tiga medali emas. Sebelum Gischa dan Handayani naik ke podium tertinggi, Karisma Evi Tiarani lebih dahulu mempersembahkan emas dari cabang olahraga para atletik.

Tambahan medali tersebut membawa Indonesia mengoleksi tujuh emas, enam perak, dan 19 perunggu di Asian Para Games 2026. Dengan raihan tersebut, Indonesia menempati peringkat kesembilan dalam klasemen medali sementara.

Keberhasilan Gischa Zayana dan Handayani menjadi dorongan penting bagi kontingen Indonesia untuk memperbaiki posisi dalam klasemen. Dengan masih adanya atlet yang bertanding, peluang menambah medali pada hari itu tetap terbuka.

Topik Menarik