Jersey Ikonik Michael Jordan di Final NBA 1998 Dilelang, Harganya Tembus Rp1,77 Triliun

Jersey Ikonik Michael Jordan di Final NBA 1998 Dilelang, Harganya Tembus Rp1,77 Triliun

Olahraga | inews | Sabtu, 19 September 2026 - 06:00
share

CHICAGO, iNews.id – Jersey Michael Jordan yang digunakan saat Final NBA 1998 bersama Chicago Bulls resmi dilelang dan diprediksi memiliki nilai fantastis hingga 100 juta dolar AS atau sekitar Rp1,77 triliun. Jersey bersejarah tersebut menjadi salah satu memorabilia olahraga paling berharga karena berkaitan dengan era terakhir Jordan sebelum pensiun pertama kali.

Jersey berwarna putih milik Jordan itu digunakan saat Chicago Bulls menghadapi Utah Jazz pada Game 3 Final NBA 1998, Juni 1998. Seragam tersebut menjadi semakin langka karena merupakan satu-satunya jersey putih Jordan yang diketahui digunakan dalam rangkaian Final NBA tersebut.

Lelang jersey ikonik itu dilakukan melalui platform digital JOOPITER mulai Selasa dan berlangsung selama dua pekan. Harga awal yang ditetapkan berada di kisaran 10 juta hingga 15 juta dolar AS atau sekitar Rp177 miliar sampai Rp266 miliar.

Harga minimum lelang sebesar 10 juta dolar AS telah terpenuhi setelah penawaran awal masuk. Proses lelang dijadwalkan berakhir pada 30 September pukul 01.02 waktu Inggris.

Pemilik jersey tersebut, Rob Gough, percaya nilai akhirnya bisa jauh melampaui perkiraan awal. Dia menyebut kesempatan memiliki jersey tersebut merupakan sesuatu yang sangat langka bagi kolektor.

"Jika seseorang membeli ini sesuai perkiraan tersebut, mereka adalah investor terbaik di dunia. Mereka mendapatkan sesuatu yang sangat berharga. Saya pikir nilainya akan jauh melampaui perkiraan itu," ujar Gough, kepada The Sporting News.

Gough mengaku mendapatkan jersey tersebut melalui proses pencarian panjang. Dia bahkan tidak mengetahui siapa pemilik sebelumnya ketika mulai memburu memorabilia milik legenda NBA tersebut.

"Itu tidak tersedia. Ketika seseorang sudah memiliki barang seperti ini, biasanya mereka tidak akan menjualnya. Saya harus memburunya," kata Gough.

Menurut Gough, perjalanan mendapatkan jersey tersebut seperti sebuah pencarian harta karun. Dia harus melewati banyak perantara hingga akhirnya menemukan pemilik yang bersedia melepasnya.

"Saya tidak pernah bertemu pemilik sebenarnya. Saya sampai kepada seseorang, lalu orang itu mengarah ke orang lain, dan seterusnya. Itu seperti perburuan panjang. Akhirnya seorang broker menemukannya dan saya bahkan tidak pernah mengetahui siapa penjualnya atau berapa harga yang mereka bayarkan," ujar Gough.


Jersey yang Jadi Saksi Sejarah ‘Last Dance’ Michael Jordan

Nilai tinggi jersey tersebut tidak hanya berasal dari nama besar Michael Jordan. Seragam itu menjadi bagian dari salah satu momen paling ikonik dalam sejarah NBA.

Final NBA 1998 merupakan musim terakhir Jordan bersama Chicago Bulls sebelum menjalani pensiun pertamanya. Pada Game 3 melawan Utah Jazz, Bulls menang telak 96-54 dan Jordan mencetak 24 poin.

Kemenangan tersebut membuat Bulls unggul 2-1 dalam seri final yang akhirnya mereka menangkan dengan skor 4-2. Gelar tersebut menjadi kejuaraan NBA keenam Jordan bersama Bulls dalam delapan tahun.

Momen puncak terjadi pada Game 6 ketika Bulls mengalahkan Jazz 87-86 dan memastikan gelar juara. Pertandingan tersebut hingga kini tercatat sebagai laga NBA dengan jumlah penonton televisi terbanyak sepanjang sejarah.

Sebanyak 35,89 juta penonton menyaksikan pertandingan yang berlangsung pada 14 Juni 1998 tersebut. Kesuksesan itu kemudian dikenal luas melalui dokumenter "The Last Dance" yang mengangkat perjalanan terakhir Jordan bersama Bulls.

Gough mengungkapkan dirinya tidak pernah mengenakan jersey tersebut sejak memilikinya. Dia juga belum berbicara langsung dengan Michael Jordan mengenai memorabilia bersejarah itu.

Dengan nilai sejarah, kelangkaan, dan keterkaitan dengan salah satu periode terbesar NBA, jersey tersebut kini menjadi incaran kolektor dunia yang ingin memiliki bagian dari perjalanan karier Michael Jordan.

Topik Menarik