Chelsea Tumbang dari Arsenal, Fans Soroti 2 Pemain yang Bisa Jadi Bumerang
LONDON, iNews.id - Chelsea tumbang 1-2 dari Arsenal dalam duel sengit Premier League di Emirates Stadium, Minggu (6/9/2026), dengan masalah lini tengah menjadi sorotan utama setelah The Blues sempat unggul cepat.
Chelsea langsung mengejutkan Arsenal ketika Joao Pedro mencetak gol hanya dua menit setelah pertandingan dimulai. Gol tersebut sekaligus mencatatkan sejarah baru di Premier League.
Chelsea menjadi tim pertama dalam sejarah kompetisi yang mampu unggul sebelum menit kelima dalam tiga pertandingan secara beruntun. Namun, keunggulan cepat tersebut tidak mampu dipertahankan hingga pertandingan berakhir.
Arsenal perlahan mengambil kendali permainan dan menyamakan kedudukan melalui Kai Havertz pada menit ke-25. The Gunners kemudian berbalik unggul lewat Martin Odegaard hanya lima menit setelah babak kedua dimulai.
Hasil tersebut menjadi pukulan bagi Chelsea yang sebelumnya digadang-gadang sebagai salah satu kandidat penantang gelar Premier League. Belanja besar pada musim panas membuat ekspektasi terhadap skuad asuhan Xabi Alonso semakin tinggi.
Namun, kekalahan di markas Arsenal justru memperlihatkan persoalan yang cukup mengkhawatirkan. Sejumlah pendukung Chelsea menilai lini tengah menjadi titik lemah yang bisa mengganggu ambisi mereka meraih trofi musim ini.
Romeo Lavia dan Reece James Jadi Sasaran Kritik
Salah satu masalah terbesar Chelsea muncul setelah Enzo Fernandez pergi dan Moises Caicedo mengalami cedera. Kondisi tersebut membuat lini tengah The Blues terlihat lebih terbuka ketika menghadapi Arsenal.
Kehilangan pemain yang mampu mengalirkan bola dari lini tengah membuat Chelsea kesulitan mengontrol pertandingan. Salah satu pendukung bahkan menilai absennya gelandang dengan kemampuan distribusi bola bisa menjadi masalah serius.
"Tidak memiliki gelandang yang mampu memainkan bola benar-benar akan menghantui kami. Romeo Lavia dan Reece James sama-sama takut menerima bola."
Lavia kemudian ditarik keluar pada awal babak kedua setelah dinilai pasif dalam proses permainan yang berujung pada gol kedua Arsenal. Penampilan gelandang tersebut kembali mendapat kritik keras dari pendukung Chelsea.
"Pada usia 19 tahun, dia merupakan talenta unik yang masih mentah dan bisa berkembang dalam berbagai hal. Pada usia 23 tahun, dia justru menjadi pemain yang tidak dapat diandalkan dan terus terang menjengkelkan."
Reece James juga tidak luput dari sorotan. Sejumlah penggemar menilai sang kapten tidak memberikan kualitas yang dibutuhkan Chelsea ketika ditempatkan di lini tengah.
"Ketika berbicara soal peran di lini tengah, Reece James tidak memiliki kualitasnya. Kuat, fisik, dan bagus dalam mengumpan bukan kualitas utama seorang gelandang, teknik dan kecerdasan bermain bola jauh lebih penting."
Chelsea Mulai Merasakan Dampak Kepergian Enzo Fernandez
Posisi gelandang bertahan memiliki peran penting dalam sepak bola modern. Pemain seperti Rodri, Declan Rice, hingga Moises Caicedo menjadi contoh gelandang yang mampu mengatur permainan sekaligus menjaga keseimbangan tim.
Situasi Chelsea menjadi semakin rumit setelah Enzo Fernandez meninggalkan klub. Pemain asal Argentina tersebut memiliki kontribusi dalam fase menyerang maupun bertahan, termasuk melalui pergerakannya di lini tengah.
Premier Padel London P1 2026 Masuk Fase Penentuan, Nonton hingga Final Live Streaming di VISION+
Kehilangan Fernandez berpotensi memengaruhi keseimbangan permainan Chelsea. Kekurangan tersebut semakin terlihat saat Caicedo mengalami cedera dan membuat pilihan Alonso di lini tengah semakin terbatas.
Padahal, aktivitas transfer Chelsea pada musim panas sempat memberikan optimisme baru di bawah kepemimpinan Todd Boehly. Namun, kekalahan dari Arsenal memperlihatkan masih ada pekerjaan besar yang harus diselesaikan Alonso.
Chelsea sebenarnya mampu meraih kemenangan atas Fulham dan Brighton. Namun, dalam dua pertandingan tersebut pun The Blues dinilai masih kesulitan mengontrol permainan secara konsisten.
Bagi Chelsea, persoalan lini tengah menjadi perhatian serius jika mereka ingin mempertahankan status sebagai kandidat juara. Pertarungan di sektor tersebut sering menjadi salah satu faktor penting yang menentukan arah pertandingan.
Permainan terbuka dengan tempo tinggi memang mampu membuat pertandingan lebih menarik. Namun, pola tersebut sulit dipertahankan secara konsisten sepanjang musim jika sebuah tim tidak memiliki kontrol kuat dari lini tengah.
Kekalahan 1-2 dari Arsenal pun menjadi peringatan bagi Chelsea. Setelah investasi besar pada skuad dan munculnya ambisi untuk bersaing di papan atas, The Blues kini harus segera menemukan solusi di lini tengah jika tidak ingin masalah yang sama kembali menghantui perjalanan mereka musim ini.








