32 Anggota Kontingen Indonesia Kena Dampak Erupsi Anak Krakatau, Perjalanan ke Asian Games Diubah

32 Anggota Kontingen Indonesia Kena Dampak Erupsi Anak Krakatau, Perjalanan ke Asian Games Diubah

Olahraga | inews | Senin, 7 September 2026 - 21:08
share

JAKARTA, iNews.id – Erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak pada perjalanan 32 anggota Kontingen Indonesia menuju Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Meski rute keberangkatan berubah akibat gangguan penerbangan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, para atlet dan ofisial tetap diberangkatkan menuju Jepang.

Chief de Mission (CdM) Tim Indonesia, Todotua Pasaribu, mengatakan perubahan perjalanan dilakukan setelah kondisi penerbangan internasional dari Soekarno-Hatta mengalami penyesuaian. Rombongan yang terdampak terdiri dari atlet basket, anggar, serta beberapa anggota tim CdM.

Sebelumnya, rombongan dijadwalkan terbang dari Jakarta menuju Singapura sebelum melanjutkan perjalanan ke Nagoya. Namun, situasi erupsi Gunung Anak Krakatau membuat skema perjalanan harus diubah agar keberangkatan atlet tetap berjalan.

Tim CdM kemudian melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Perhubungan, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Direktur Angkutan Udara, serta maskapai internasional untuk mencari solusi perjalanan.

“Kami dari CdM langsung melakukan koordinasi dengan Kementerian Perhubungan, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Direktur Angkutan Udara, termasuk dengan maskapai internasional. Malam ini kami kirim teman-teman atlet ke Surabaya, kemudian sesuai jadwal mereka terbang ke Singapura dan dilanjutkan ke Nagoya malam ini,” ujar Todotua dalam keterangan resmi, Senin (7/9/2026).

Todotua menyebut kondisi tersebut menjadi perhatian karena dapat memengaruhi mobilitas Kontingen Indonesia dalam beberapa hari ke depan. Tim CdM terus memantau perkembangan erupsi sekaligus menyiapkan sejumlah opsi perjalanan alternatif.

“Situasinya cukup besar. Kami akan terus monitor dalam beberapa hari ke depan. Secara resmi, berdasarkan NOTAM (Notice to Airmen) oleh AirNav Indonesia, ada beberapa penerbangan internasional yang mengalami locking dari Soekarno-Hatta sampai tanggal 11 September,” kata Todotua.


Jalur Alternatif Disiapkan agar Atlet Tetap Fokus

Untuk mengantisipasi gangguan perjalanan, sejumlah bandara alternatif telah disiapkan, seperti Bandara Semarang, Kulon Progo/Yogyakarta, dan Surabaya.

Koordinasi dengan setiap cabang olahraga dan manajer tim juga terus dilakukan. Langkah tersebut bertujuan memastikan perubahan rute tidak mengganggu persiapan atlet menjelang Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

“Kami berharap aktivitas erupsi ini semakin rendah dan bisa dikendalikan, sehingga pada tanggal 11 September nanti Soekarno-Hatta sudah bisa kembali dibuka untuk penerbangan internasional,” ucap Todotua.

Salah satu tim yang mengalami perubahan perjalanan adalah kontingen anggar Indonesia. Mereka akhirnya diberangkatkan melalui rute Surabaya–Singapura–Tokyo.

Setelah tiba di Jepang, tim anggar Indonesia akan menjalani training camp di Tokyo sebelum melanjutkan persiapan menuju Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Tim anggar Indonesia juga menyampaikan apresiasi kepada pihak-pihak yang membantu proses keberangkatan. Dukungan diberikan kepada CdM Todotua Pasaribu, NOC Indonesia, Kementerian Perhubungan, serta maskapai yang membantu kelancaran perjalanan.

“Salut dan terima kasih kepada CdM, NOC Indonesia, Kementerian Perhubungan, dan Singapore Airlines yang telah berusaha memberikan fasilitas terbaik buat para pahlawan olahraga Indonesia,” tulis tim anggar melalui unggahan resminya.

Todotua menegaskan perubahan rute akibat erupsi Anak Krakatau merupakan tantangan nonteknis yang harus diantisipasi. Menurut dia, tugas utama tim CdM adalah memastikan seluruh kebutuhan atlet terpenuhi agar mereka tetap fokus menghadapi pertandingan.

“Kami terus melakukan mitigasi dengan teman-teman cabor dan team manager. Tugas kami adalah memastikan seluruh kebutuhan nonteknis bisa diantisipasi, sehingga teman-teman atlet tetap bisa fokus mempersiapkan diri untuk pertandingan,” tutup Todotua.

Topik Menarik