Gianni Infantino Tetap Maju Pilpres FIFA 2027 meski Diterpa Tekanan Besar UEFA

Gianni Infantino Tetap Maju Pilpres FIFA 2027 meski Diterpa Tekanan Besar UEFA

Olahraga | inews | Senin, 7 September 2026 - 17:31
share

RABAT, iNews.id – Gianni Infantino tetap akan maju dalam pemilihan Presiden FIFA 2027 meski mendapat tekanan besar setelah kontroversi rencana investasi swasta dalam ajang FIFA. Jika kembali terpilih, pria asal Swiss itu berpeluang memimpin sepak bola dunia hingga 2031.

FIFA memastikan Infantino tidak mengubah rencananya untuk kembali mencalonkan diri dalam pemilihan presiden yang akan berlangsung pada Maret 2027. Keputusan tersebut membuat dia menjadi kandidat pertama yang secara resmi menyatakan kesiapan memperpanjang masa kepemimpinannya.

“Presiden FIFA mengumumkan pada April bahwa dia akan mencalonkan diri kembali pada 2027. Tentu saja, tidak ada yang berubah. Tuan Infantino akan mencalonkan diri kembali,” ujar juru bicara FIFA, dikutip France24.

Infantino pertama kali menjabat sebagai Presiden FIFA pada 2016 menggantikan Sepp Blatter. Dia kemudian kembali terpilih pada 2023 dan kini membidik periode keempat sekaligus masa jabatan terakhir sesuai aturan organisasi.

Jika kembali mendapatkan dukungan mayoritas anggota FIFA, Infantino akan tetap memimpin badan sepak bola dunia hingga 2031. Pemilihan tersebut akan melibatkan 211 federasi anggota FIFA.

Keputusan Infantino untuk kembali maju terjadi di tengah polemik terkait rencana FIFA Forward Enterprise (FFE). Program tersebut sempat memunculkan kontroversi karena melibatkan rencana masuknya investasi swasta ke dalam berbagai acara FIFA, termasuk Piala Dunia.

Rencana itu kemudian dibatalkan setelah mendapat penolakan keras dari sejumlah pihak, terutama UEFA. Badan sepak bola Eropa tersebut menjadi salah satu pihak paling vokal dalam menentang gagasan tersebut.

UEFA bahkan menuduh adanya dugaan salah pengelolaan dalam rencana tersebut dan sempat mengancam memboikot kompetisi FIFA, termasuk Piala Dunia putra dan putri, jika program itu tetap dilanjutkan.

Meski ancaman boikot akhirnya dicabut pada 27 Agustus menjelang Piala Dunia Wanita U-20 di Polandia, UEFA tetap mempertahankan sikap kritis terhadap kepemimpinan Infantino.

UEFA juga mengajukan permintaan pengungkapan dokumen di Amerika Serikat terkait rencana investasi tersebut dari FIFA dan para mitranya. Jika mendapatkan akses dokumen, UEFA berencana membawa persoalan itu ke jalur hukum di Swiss.

Tekanan terhadap Infantino juga mendapat dukungan dari konfederasi lain seperti CONCACAF dan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC). Ketiganya sebelumnya mengirim surat bersama yang menyoroti arah kepemimpinan FIFA.

“Kepemimpinan dalam sepak bola bukanlah sebuah kepemilikan. Kepemimpinan bukan tentang mempertahankan atau menuntut kekuasaan untuk terus dipegang,” tulis pernyataan bersama tersebut.

Presiden CONCACAF Victor Montagliani disebut menjadi kandidat yang paling mungkin menantang Infantino dalam pemilihan mendatang. Sementara itu, Presiden UEFA Aleksander Ceferin sudah memastikan tidak akan ikut dalam persaingan tersebut.

Meski menghadapi tekanan, Infantino masih memiliki sejumlah pendukung. Arab Saudi sebagai tuan rumah Piala Dunia 2034 memberikan dukungan, begitu juga dengan Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) dan Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan (CONMEBOL).

FIFA sebelumnya juga menuding UEFA melakukan kampanye pencemaran nama baik dan hanya mencari dokumen terkait rencana FFE tanpa dasar yang kuat.

Hingga saat ini, Infantino menjadi satu-satunya kandidat yang sudah menyatakan maju dalam pemilihan Presiden FIFA 2027. Batas akhir pendaftaran calon ditetapkan pada 18 November.

Untuk kembali memimpin FIFA, Infantino membutuhkan suara mayoritas sederhana dari 211 federasi anggota. Jika berhasil, dia akan memperpanjang era kepemimpinannya di sepak bola dunia hingga 2031.

Topik Menarik