Bukan Menang Banyak! Ducati Sebut Syarat Utama Juara MotoGP 2026

Bukan Menang Banyak! Ducati Sebut Syarat Utama Juara MotoGP 2026

Olahraga | inews | Rabu, 2 September 2026 - 07:30
share

MILAN, iNews.id - Persaingan gelar juara MotoGP 2026 memasuki fase krusial. Ducati menilai konsistensi akan menjadi penentu utama hingga akhir musim.

General Manager Ducati Gigi Dall’Igna melihat perebutan gelar masih sangat terbuka setelah 13 dari 22 seri yang dijadwalkan musim ini. Tiga pembalap kini mulai terlihat sebagai kandidat utama, yakni Jorge Martin, Marc Marquez, dan Marco Bezzecchi.

Martin menjadi pemuncak klasemen dengan 259 poin. Marquez di tempat kedua dengan nilai 237, unggul 5 angka dari Bezzecchi di tempat ketiga,

Persaingan semakin menarik karena Aprilia dan Ducati memiliki keunggulan performa dibandingkan para rivalnya. Namun, kekuatan kedua pabrikan tersebut bergantian terlihat dari satu balapan ke balapan lainnya.

Menurut Dall’Igna, kondisi tersebut membuat kesalahan sekecil apa pun dapat berdampak besar terhadap perebutan gelar. Dia menilai pembalap yang mampu menjaga ketenangan dan terus mengumpulkan poin memiliki peluang terbesar menjadi juara.

“Menurut saya, kejuaraan dunia ini akan dimenangkan oleh siapa pun yang mampu menjaga kepalanya tetap dingin hingga akhir musim,” kata Dall’Igna kepada Sky Italia.

“Penting untuk mencetak poin dan tidak melakukan kesalahan, karena sejarah terbaru menunjukkan tidak penting untuk memenangkan 11 balapan," ujarnya.

“Namun, memenangkan beberapa balapan lebih sedikit bisa cukup. Tetapi, Anda harus lebih konsisten dan, yang terpenting, tidak meraih nol poin," tuturnya.

Jorge Martin Punya Modal Konsistensi

Dall’Igna mengacu pada persaingan gelar MotoGP 2024 antara Jorge Martin dan Pecco Bagnaia. Saat itu, Bagnaia mampu meraih 11 kemenangan, tetapi tetap gagal merebut gelar setelah kalah 10 poin dari Martin.

Martin hanya mencatat tiga kemenangan Grand Prix pada musim tersebut. Namun, pembalap Spanyol itu lebih konsisten dibandingkan Bagnaia yang beberapa kali gagal mendapatkan poin dalam sprint maupun balapan utama.

Situasi serupa terlihat dalam perebutan gelar MotoGP 2026. Marc Marquez dan Marco Bezzecchi sama-sama sudah mengoleksi empat kemenangan Grand Prix, sedangkan Martin baru meraih satu kemenangan.

Martin juga telah mengantongi satu akhir pekan dengan raihan 37 poin. Marquez sudah tiga kali mencatatkan raihan tersebut, sedangkan Bezzecchi belum pernah memenangi sprint.

Marquez sempat absen dalam dua Grand Prix akibat cedera. Setelah kembali, dia bahkan sempat tertinggal 102 poin dari pemimpin klasemen ketika kompetisi memasuki periode setelah Grand Prix Italia.

Sementara itu, Bezzecchi sempat kehilangan keunggulan poin setelah gagal finis atau tidak mencetak poin dalam empat balapan utama secara beruntun hingga jeda musim panas.

Martin memang tidak selalu menjadi pembalap Aprilia dengan kecepatan paling tinggi sepanjang musim. Namun, dia mampu terus mengumpulkan poin dan hanya dua kali gagal mencetak angka dari Grand Prix yang sudah berlangsung.

Tantangan berikutnya bagi ketiga kandidat juga datang dari kondisi fisik. Marquez dan Bezzecchi belum sepenuhnya bugar ketika persaingan memasuki tahap akhir musim.

Marquez masih mengalami masalah pada kondisi fisik bahu kanannya setelah mengalami patah tulang serius akibat kecelakaan di Indonesia musim lalu. Tahun ini, dia menjalani operasi untuk mengatasi masalah perangkat logam yang menyentuh saraf radial dan sempat memengaruhi performanya pada balapan-balapan awal.

Bezzecchi juga masih dalam proses pemulihan setelah mengalami cedera tulang selangka dan lutut akibat kecelakaan di Jerman.

Dengan kondisi klasemen yang hanya berjarak 24 poin dari posisi pertama hingga ketiga, setiap kesalahan dapat mengubah peta persaingan. Bagi Dall’Igna, kemenangan memang penting, tetapi kemampuan menghindari hasil tanpa poin bisa menjadi pembeda terbesar dalam perburuan gelar MotoGP 2026.

Topik Menarik