2 Pebulu Tangkis dengan Smash Tercepat di Dunia, Nomor 1 Pecahkan Rekor Dekade Ini
DUA bintang ganda papan atas Asia, Satwiksairaj Rankireddy asal India dan Pearly Tan asal Malaysia, telah menorehkan nama mereka dalam sejarah olahraga dunia. Keduanya sukses memecahkan rekor dunia resmi dari Guinness World Records untuk kategori pukulan smash tercepat putra dan putri.
Keberhasilan ini sekaligus memecahkan kebuntuan rekor dunia yang tidak tersentuh sejak terakhir kali dicatatkan pada Mei 2013 silam. Artinya, rekor kecepatan smash dalam dunia bulu tangkis kini berada di level yang benar-benar baru setelah bertahan lebih dari satu dekade penuh.
Pencapaian sensasional tersebut tidak lepas dari performa luar biasa yang diperlihatkan oleh Rankireddy di arena. Atlet andalan India ini berhasil mencatatkan rekor smash tercepat kategori putra dengan kecepatan mencapai 565 km/jam atau setara dengan sekitar 351 mil per jam.
1. Rekor Spektakuler Rankireddy dan Pearly Tan
Leo/Daniel Siapkan Sabar Ekstra di Final Taipei Open 2026, Duo Aaron dari Malaysia Bukan Lawan Mudah
Angka fantastis yang ditorehkan Rankireddy tersebut sukses melampaui rekor sebelumnya yang berada di angka 493 km/jam dengan selisih yang sangat masif, yakni 72 km/jam. Rekor ini sekaligus menempatkan kekuatan fisik pemain berusia 22 tahun tersebut pada level kecepatan yang bahkan melampaui standar kecepatan mobil balap Formula One.
Tidak mau ketinggalan dari sektor putra, Pearly Tan dari Malaysia juga menorehkan tinta emas sebagai perempuan pertama yang memegang gelar resmi Guinness World Records di kategori ini. Ia mencatatkan kecepatan smash yang luar biasa di angka 438 km/jam atau sekira 272 mil per jam.
Kedua pebulu tangkis top dunia ini melakukan percobaan pemecahan rekor dunia tersebut pada 14 April 2023. Seluruh proses verifikasi dilakukan secara ketat oleh para juri resmi dari Guinness World Records berdasarkan perhitungan ilmiah yang akurat pada hari pelaksanaan.
2. Detail Teknis Pengukuran
Aksi pemecahan rekor ini dilangsungkan di gymnasium pabrik Yonex Co., Ltd. yang berlokasi di Tokyo, Jepang. Dalam kesempatan tersebut, Rankireddy mempercayakan raket NANOFLARE 1000 Z dengan senar BG80, sementara Pearly Tan menggunakan raket yang sama dengan balutan senar EXBOLT 63 serta shuttlecock resmi bertuliskan TOURNAMENT.
Metodologi pengukuran yang digunakan pun sangat canggih dan transparan untuk memastikan keabsahan kecepatan pukulan. Momen benturan antara raket dan kok saat smash keras terjadi direkam menggunakan kamera berkecepatan tinggi, yang kemudian dihitung kecepatan instan serta jarak tempuhnya melalui koordinat digital.









