Liverpool Ditahan Newcastle, Fans Murka Minta Iraola Buang 1 Pemain
NEWCASTLE, iNews.id - Jeremie Frimpong mendapat sorotan tajam setelah Liverpool bermain imbang 2-2 melawan Newcastle United di St James' Park, Minggu (24/8/2026). Penampilan bek asal Belanda tersebut dinilai mengecewakan hingga sejumlah pendukung Liverpool melontarkan kritik keras di media sosial.
Pertandingan Liverpool kontra Newcastle memang sudah menyita perhatian sejak sebelum kick-off. Salah satu penyebabnya adalah kembalinya Alexander Isak ke markas mantan klubnya. Penyerang tersebut mendapat sambutan berupa siulan keras dari suporter tuan rumah.
Pertandingan juga diawali momen emosional setelah kedua kubu memberikan penghormatan kepada Kevin Keegan. Mantan pemain Liverpool sekaligus mantan manajer Newcastle tersebut meninggal dunia akibat kanker lambung pada Juli tahun ini dalam usia 75 tahun.
Di lapangan, Newcastle sempat berada di jalur kemenangan setelah Anthony Elanga mencetak gol. Liverpool kemudian menyamakan kedudukan melalui Cody Gakpo, sebelum Joe Willock kembali membawa The Magpies unggul.
Liverpool akhirnya terhindar dari kekalahan setelah Dominik Szoboszlai mencetak gol melalui penalti pada penghujung pertandingan. Hasil 2-2 membuat kedua tim mengawali musim dengan satu poin.
Meski berhasil mencuri satu poin, performa Liverpool belum sepenuhnya meyakinkan. Jeremie Frimpong menjadi pemain yang paling banyak mendapat sorotan setelah statistik pertandingan menunjukkan sejumlah kelemahan dalam penampilannya.
Statistik Frimpong Jadi Sorotan
Frimpong bahkan mendapatkan nilai 5,9 dari SofaScore, sekaligus menjadi pemain dengan rating terendah di antara pemain Liverpool dalam pertandingan tersebut. Bek asal Belanda itu hanya memenangkan dua dari tujuh duel bertahan yang dia jalani.
Frimpong juga kehilangan penguasaan bola sebanyak 17 kali dari total 65 sentuhan. Dia turut dua kali dilewati pemain Newcastle dalam situasi satu lawan satu.
Jurnalis Liverpool, James Pearce, ikut menyoroti performa Frimpong. Dia menilai sang pemain kembali terlalu sering membuang penguasaan bola.
"Frimpong begitu boros dalam penguasaan bola lagi," kata James Pearce.
Meski mendapat kritik, Frimpong tetap memiliki sejumlah catatan positif. Distribusi bolanya menjadi salah satu aspek terbaik dalam penampilan dia dengan menghasilkan tiga umpan kunci serta mencatat akurasi operan sebesar 81 persen.
Namun, kontribusi tersebut belum cukup untuk menutupi kelemahannya di area lain. Liverpool harus bekerja keras hingga menit akhir sebelum akhirnya mengamankan satu poin melalui penalti Szoboszlai.
Kritik dari fans pun bermunculan di media sosial. Salah satu pendukung bahkan menilai penampilan Frimpong sangat buruk dan mempertanyakan keputusan Liverpool merekrutnya.
"Frimpong seharusnya bermain di Championship. Sangat buruk dalam bertahan dan menyerang.. seperti apa yang salah dengan Liverpool," tulis seorang fans.
Komentar lain juga mempertanyakan kemampuan Frimpong dalam bertahan. Seorang pendukung Liverpool menilai bek tersebut kalah memberikan kontribusi dibandingkan pemain lain di posisi serupa.
"Setidaknya Kerkez memberikan sesuatu saat menyerang. Frimpong benar-benar tidak berpikir, secara teknis memalukan, dan tidak bisa bertahan," tulis fans lainnya.
Kritik semakin keras ketika pendukung lain menyebut Frimpong sebagai pemain yang menyedihkan. Ada pula fans yang menilai performa sang pemain jauh di bawah ekspektasi sejak bergabung dengan Liverpool.
"Frimpong mungkin salah satu pesepak bola terburuk yang pernah saya saksikan," tulis salah satu pendukung.
Fans lainnya bahkan memberikan penilaian lebih ekstrem terhadap transfer tersebut.
"Saya tidak melebih-lebihkan ketika mengatakan Frimpong bisa menjadi rekrutan terburuk yang pernah kami buat," tulis pendukung Liverpool.
Frimpong memang belum sepenuhnya mampu memberikan dampak besar sejak bergabung dengan Liverpool pada musim lalu. Penampilan di markas Newcastle kembali memperbesar tekanan kepada pemain asal Belanda tersebut.
Liverpool masih memiliki perjalanan panjang pada musim ini. Namun, Frimpong kini menghadapi tantangan besar untuk segera meningkatkan performa dan membuktikan dirinya layak menjadi bagian penting dari skuad The Reds.









