Presiden UEFA Ancam Gianni Infantino: Mundur atau Hadapi Perlawanan!

Presiden UEFA Ancam Gianni Infantino: Mundur atau Hadapi Perlawanan!

Olahraga | inews | Senin, 24 Agustus 2026 - 17:18
share

ZURICH, iNews.id – Presiden UEFA Aleksander Ceferin melontarkan peringatan keras kepada Presiden FIFA Gianni Infantino di tengah meningkatnya tekanan terhadap kepemimpinan sepak bola dunia. Ceferin menegaskan Infantino harus mempertimbangkan mundur atau bersiap menghadapi perlawanan dalam Kongres FIFA mendatang.

Pernyataan Ceferin muncul saat masa depan kepemimpinan FIFA mulai menjadi sorotan. Infantino menghadapi kritik setelah sejumlah kebijakan FIFA memicu perdebatan, termasuk rencana investasi swasta untuk penyelenggaraan Piala Dunia di masa depan.

Situasi tersebut membuat hubungan FIFA dengan sejumlah konfederasi sepak bola dunia memanas. UEFA, Concacaf, dan AFC disebut mempertimbangkan langkah politik berupa mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan Infantino.

Di tengah gejolak tersebut, Ceferin memastikan dirinya tidak akan mencalonkan diri sebagai kandidat Presiden FIFA. Padahal, dia sempat dianggap sebagai salah satu sosok yang berpotensi menggantikan Infantino.

Ceferin memilih tetap fokus memimpin UEFA. Dia menilai keputusan tidak maju dalam perebutan kursi FIFA justru membuat posisinya lebih kuat secara kredibilitas.

"Saya tidak tertarik karena dua alasan. Salah satunya karena saya mencintai UEFA dan saya senang bekerja di sini. Saya pikir pada titik tertentu sudah waktunya untuk menikmati hidup sedikit," ujar Ceferin, dikutip dari GOAL.

"Alasan kedua adalah kredibilitas saya jauh lebih tinggi jika saya tidak tertarik dengan posisi tersebut," lanjutnya.


Infantino Dihadapkan Dua Pilihan Sulit

Meski tidak berniat maju sebagai calon Presiden FIFA, Ceferin tetap memperingatkan kondisi politik yang sedang terjadi di tubuh organisasi sepak bola dunia tersebut.

Menurut Ceferin, Infantino memiliki dua pilihan menghadapi tekanan yang semakin besar. Pilihan pertama adalah menyadari jika dukungan terhadap kepemimpinannya mulai melemah.

Pilihan kedua adalah tetap maju dalam pemilihan berikutnya dan menghadapi kemungkinan munculnya kandidat penantang.

"Ada dua pilihan. Salah satunya adalah dia menyadari tidak memiliki dukungan, bukan hanya dukungan politik dari mereka yang memilih, tetapi juga dukungan dari komunitas sepak bola, suporter, pemain, mantan pemain, dan pelatih," kata Ceferin.

"Pilihan kedua adalah dia maju dalam pemilihan pada Maret, tetapi dalam kondisi tersebut saya pikir akan ada kandidat yang melawannya. Saya belum tahu siapa," ujarnya.

Tekanan terhadap Infantino menjadi sorotan karena dia sebelumnya mendapat dukungan kuat dari Eropa ketika terpilih sebagai Presiden FIFA pada 2016. Saat itu, Infantino masih menjabat sebagai Sekretaris Jenderal UEFA.

Namun, hubungan tersebut kini berubah. Sejumlah asosiasi sepak bola di Inggris dan Republik Irlandia termasuk pihak yang menarik dukungan terhadap kepemimpinan Infantino.

Ceferin juga menolak anggapan jika kritik terhadap FIFA hanya berasal dari kepentingan Eropa. Dia menilai permasalahan yang muncul berkaitan dengan masa depan sepak bola secara global.

"Yang saya dengar adalah mereka memainkan narasi jika Eropa yang sombong sedang melawan mereka. Mereka mengatakan Eropa memiliki cukup uang, tetapi saya membantu negara kecil dan miskin," ujar Ceferin.

"Tetapi seseorang harus mengingatkan dia jika dia adalah orang Eropa, dan dia didukung oleh UEFA, sesuatu yang dia lupakan," tambahnya.

Masa depan kepemimpinan FIFA akan ditentukan dalam Kongres FIFA yang berlangsung di Maroko. Infantino masih memiliki dukungan dari sejumlah konfederasi, termasuk Afrika dan Amerika Selatan.

Namun, jika tekanan terus meningkat dan muncul kandidat penantang, pemilihan Presiden FIFA berikutnya berpotensi menjadi pertarungan besar yang menentukan arah sepak bola dunia.

Saat ini, Gianni Infantino masih bertahan di kursi Presiden FIFA. Namun, peringatan dari UEFA menjadi tanda jika peta kekuatan sepak bola dunia mulai mengalami perubahan.

Topik Menarik