Gabriel Martinelli Terbuang dari Arsenal, Al Hilal Datang Bawa Tawaran Rp1,2 Triliun

Gabriel Martinelli Terbuang dari Arsenal, Al Hilal Datang Bawa Tawaran Rp1,2 Triliun

Olahraga | inews | Senin, 24 Agustus 2026 - 18:00
share

LONDON, iNews.id - Al Hilal mengajukan tawaran pembuka hampir 50 juta pounds atau sekitar Rp1,21 triliun untuk mendapatkan Gabriel Martinelli dari Arsenal di tengah masa depan sang winger yang semakin tidak pasti.

Al Hilal disebut sudah melakukan pembicaraan dengan Arsenal dan klub asal Arab Saudi tersebut memiliki peluang untuk mendapatkan Martinelli. Arsenal juga dikabarkan terbuka terhadap kemungkinan melepas pemain asal Brasil itu pada bursa transfer musim panas.

Situasi Martinelli semakin menarik karena dia kini mulai terbuka terhadap opsi pindah ke Arab Saudi. Padahal, pemain berusia 25 tahun tersebut sebelumnya pernah mendapat pendekatan dari klub Saudi pada tahun lalu, tetapi memilih tidak melanjutkan peluang tersebut.

Martinelli bahkan belum masuk skuad pertandingan Arsenal dalam dua laga awal musim. Dia tidak berada di bangku cadangan ketika Arsenal mengalahkan Manchester City pada Community Shield dan kembali tidak masuk daftar pemain saat The Gunners menang 3-0 atas Coventry, Jumat.

Sebelum Al Hilal datang, Martinelli juga sudah mendapat tawaran dari Galatasaray. Klub Turki itu mengajukan proposal senilai 38,4 juta pounds atau sekitar Rp928,9 miliar, tetapi Martinelli tidak tertarik pindah ke Super Lig.

Kini, Al Hilal mencoba membuka jalan dengan tawaran hampir 50 juta pounds. Nilai tersebut membuat masa depan Martinelli di Arsenal semakin menjadi tanda tanya, terutama jika klub London itu masih berencana mendatangkan pemain baru di posisi serupa.

Arsenal Kirim Sinyal, Martinelli Menunggu Nasib

Jurnalis transfer talkSPORT, Ben Jacobs, menilai keputusan Arsenal tidak memasukkan Martinelli dalam skuad bisa menjadi sinyal mengenai kemungkinan transfer sang pemain.

“Dia masih punya masa depan jika mereka tidak merekrut seseorang di posisi tersebut, tetapi jelas mereka mengirimkan pesan jika Martinelli adalah pemain yang siap mereka lepas. Galatasaray mengajukan 45 juta euro. Pemain tersebut secara khusus tidak ingin pergi ke sana,” kata Jacobs.

Dia menambahkan Al Hilal juga menunjukkan ketertarikan, sedangkan Al Nassr pernah menjadi klub yang mengejar Martinelli. Namun, keputusan Martinelli untuk terbuka terhadap tawaran Saudi menjadi perubahan sikap dibandingkan tahun sebelumnya.

“Ketertarikan dari Al Hilal juga ada. Al Nassr adalah klub yang sebelumnya mengejar Martinelli. Setahun lalu, dia tidak ingin pergi ke Arab Saudi, jadi dia harus mengubah pandangannya mengenai hal tersebut,” ujar Jacobs.

Menurut Jacobs, keputusan tidak memasukkan Martinelli bisa berkaitan dengan upaya Arsenal melindungi aset mereka selama bursa transfer masih terbuka. Risiko cedera menjadi salah satu pertimbangan ketika klub sedang mempertimbangkan penjualan pemain.

“Ini yang dilakukan klub ketika waktu yang tersedia terbatas. Anda memilih skuad pertandingan dan beberapa klub akan berpendapat ini bukan soal tidak menghormati pemain, tetapi melindungi pemain jika ada penjualan dan tidak mengambil risiko dia cedera jika bermain,” katanya.

Jacobs juga menyebut Martinelli dapat menjadi pemain yang menghasilkan dana besar jika Arsenal membutuhkan biaya untuk merekrut Julian Alvarez atau pemain dengan profil serupa.

“Kita tahu jika mereka ingin mendanai Julian Alvarez atau pemain sepadan, Martinelli adalah pemain yang bisa menghasilkan biaya cukup besar. Itu masuk akal secara finansial,” ujar Jacobs.

Situasi tersebut membuat Martinelli untuk sementara tersisih. Namun, posisinya masih bisa berubah jika Arsenal gagal mendatangkan pemain baru. Sebaliknya, kedatangan pemain anyar bisa semakin mempersempit peluang dia bertahan di Emirates Stadium.

“Sebagai konsekuensinya, dia dibekukan untuk sementara karena Arsenal menyadari dia mungkin menjadi pemain yang bisa pergi antara sekarang hingga akhir bursa transfer,” kata Jacobs.

Legenda Arsenal, Ian Wright, turut mengkritik cara klub memperlakukan Martinelli. Menurut mantan penyerang The Gunners tersebut, Martinelli layak mendapat perlakuan lebih baik setelah kontribusinya selama membela klub.

“Cara Martinelli diperlakukan saat ini benar-benar membuat saya merasa tidak nyaman,” ujar Wright kepada Sky Sports.

“Saya tahu mereka mungkin ingin dia pergi, dan banyak orang mungkin berkata, 'ya, sudah waktunya dia dilepas'. Namun ada cara untuk melakukan itu dan caranya juga harus sesuai dengan keinginannya, bagaimana dia ingin pergi,” lanjutnya.

Wright juga menyoroti minimnya komunikasi antara klub dan sang pemain.

“Tidak dilibatkan dalam skuad, tidak diajak bicara, dia tidak tahu apa yang sedang terjadi. Dan ya, saya tahu ini - dia tidak tahu apa yang sedang terjadi,” katanya.

Martinelli bergabung dengan Arsenal dari klub Brasil Ituano pada 2019. Selama membela The Gunners, dia telah mencetak 62 gol dalam 278 pertandingan.

“Dia sudah melakukan cukup banyak bersama skuad ini untuk diperlakukan dengan sedikit lebih hormat dibandingkan perlakuan yang dia dapatkan saat ini,” tutur Wright.

Topik Menarik