Persib Dihantam Sanksi FIFA Lagi, Manajemen Bongkar Kasus Lama
BANDUNG, iNews.id - Persib Bandung kembali masuk daftar FIFA Registration Ban dan terancam tidak bisa mendaftarkan pemain baru selama tiga periode. Persoalan lama dengan mantan pelatih Robert Rene Alberts kembali mencuat.
Nama Persib Bandung tercantum dalam daftar FIFA Registration Ban pada 10 Agustus 2026. Dalam daftar tersebut, Maung Bandung tercatat mendapatkan larangan pendaftaran pemain baru selama tiga periode. FIFA menjelaskan registration ban membuat klub tidak dapat mendaftarkan pemain baru, baik secara nasional maupun internasional, selama masa hukuman.
Kemunculan Persib dalam daftar tersebut langsung menjadi perhatian karena terjadi hanya beberapa pekan setelah klub sempat terbebas dari sanksi serupa. Manajemen PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) kemudian memberikan klarifikasi dan menegaskan persoalan kali ini tidak berasal dari kejadian baru.
Manajemen Persib menyebut sanksi terbaru berkaitan dengan kasus lama yang terjadi pada 2022. Perkara tersebut berhubungan dengan laporan mantan pelatih Persib, Robert Rene Alberts.
"Yang perlu kami tegaskan adalah bahwa ini merupakan kasus lama yang terjadi pada 2022, bukan kejadian baru. Setelah mengetahui adanya keputusan FIFA tersebut, kami langsung melakukan kajian secara menyeluruh untuk memahami posisi kasus dan menentukan langkah yang paling tepat," tulis manajemen Persib dalam keterangan resminya, dikutip Selasa (11/8/2026).
Kondisi ini membuat Persib kembali harus menghadapi persoalan administratif di tengah persiapan menuju musim 2026-2027. Padahal, klub baru saja menyelesaikan masalah berbeda yang sebelumnya membuat nama mereka masuk daftar Registration Ban FIFA.
Manajemen Persib memastikan keputusan FIFA tersebut tetap menjadi perhatian serius. Klub juga menegaskan tidak akan membiarkan persoalan tersebut berlarut-larut dan akan menempuh mekanisme yang tersedia untuk menyelesaikannya.
"Kami tentu tidak akan tinggal diam. Setiap keputusan dan kewajiban yang harus kami tindaklanjuti akan menjadi perhatian serius. Kami akan mengambil langkah yang diperlukan untuk menyelesaikannya melalui mekanisme yang berlaku, sebagaimana yang telah kami lakukan pada kasus sebelumnya," tulis keterangan manajemen Persib.
Hasil Kualifikasi Moto3 Jerman 2026: Veda Ega Start Posisi 13, Masih Punya Peluang Bikin Kejutan
Di tengah munculnya sanksi tersebut, Persib memastikan persiapan tim menghadapi musim 2026-2027 tetap berjalan. Manajemen menyebut seluruh pemain baru telah diproses untuk kebutuhan registrasi kepada operator kompetisi dan federasi sesuai ketentuan yang berlaku.
"Karena itu, kami meminta Bobotoh untuk tetap tenang. Persiapan tim untuk musim 2026-2027 tetap berjalan. Seluruh pemain baru telah kami proses untuk kebutuhan registrasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku, sementara untuk kasus ini kami sedang mengambil langkah penyelesaian yang diperlukan," jelas keterangan manajemen Persib.
Persib sebelumnya juga mengalami Registration Ban FIFA akibat sengketa dengan mantan pemain Daisuke Sato. Sanksi tersebut mulai berlaku pada 29 Mei 2026 dan membuat Persib sempat dilarang mendaftarkan pemain baru.
Persoalan Daisuke Sato akhirnya diselesaikan dan nama Persib sudah tidak tercantum lagi dalam daftar Registration Ban FIFA pada 23 Juli 2026. Dengan pencabutan tersebut, Persib kembali memiliki kesempatan mendaftarkan pemain baru untuk musim 2026-2027.
Namun, kelegaan itu tidak berlangsung lama. Kurang dari satu bulan setelah terbebas dari sanksi terkait Daisuke Sato, Persib kembali tercantum dalam daftar FIFA Registration Ban. Kali ini, manajemen mengaitkannya dengan perkara lama yang berkaitan dengan Robert Rene Alberts.
Situasi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Persib karena klub sedang mempersiapkan skuad untuk menghadapi sejumlah agenda kompetisi pada musim 2026-2027. Maung Bandung dijadwalkan tampil di Super League, League Cup, AFC Champions League Two, dan ASEAN Club Championship.
Meski demikian, manajemen Persib meminta Bobotoh tidak panik. Klub menegaskan fokus persiapan tim tetap berjalan sembari proses penyelesaian perkara dengan FIFA dilakukan melalui mekanisme yang berlaku.
Dengan demikian, persoalan terbaru Persib bukan muncul akibat aktivitas baru di musim 2026-2027. Manajemen menyebut akar masalahnya berasal dari perkara lama pada 2022, sementara langkah penyelesaian kini menjadi prioritas agar sanksi Registration Ban dapat ditangani dan tidak menghambat agenda klub.









