IWL 2026-2027: Setiap Klub Boleh Rekrut 4 Pemain Asing dan Datangkan Bintang Diaspora
JAKARTA, iNews.id – Indonesia Women’s League (IWL) 2026-2027 memperbolehkan setiap klub merekrut maksimal empat pemain asing pada musim perdana kompetisi sepak bola putri Indonesia tersebut. Regulasi ini disiapkan untuk meningkatkan kualitas persaingan antarklub saat liga mulai bergulir pada 17 Oktober 2026.
Komisaris IWL, Vivin Cahyani, menjelaskan, setiap peserta juga mendapatkan kesempatan mendatangkan pemain diaspora. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kompetisi putri nasional yang lebih kompetitif.
IWL 2026-2027 akan digelar secara terpusat di Stadion Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan. Kompetisi perdana ini diikuti enam klub, yakni Bekasi FC, Persikad Depok, Persija Jakarta, Persita Tangerang, Dewa United, dan Garudayaksa.
Laga pembuka IWL 2026-2027 akan mempertemukan Persita Tangerang melawan Persija Jakarta. Keenam klub peserta nantinya akan bersaing dalam format kompetisi yang sudah disiapkan oleh operator liga.
Estella Loupatty dan Isabelle Nottet Jadi Marquee Player IWL
Vivin Cahyani mengungkapkan, regulasi pemain asing menjadi salah satu perhatian utama dalam penyelenggaraan musim pertama IWL. Setiap klub diberikan batas maksimal empat pemain asing yang dapat direkrut.
“Kami memberikan regulasi di setiap klub itu boleh ada empat pemain asing. Nah kebetulan kalau yang season pertama ini baru ada dua pemain diaspora yang bergabung. Saya tahu butuh waktu untuk meyakinkan mereka mau join di liga putri kita,” kata Vivin dalam konferensi pers IWL 2026-2027 yang dihadiri iNews Media Group di Menara Mandiri, Jakarta pada Selasa (11/8/2026).
Pada musim perdana ini, terdapat dua pemain diaspora yang akan tampil di IWL. Mereka adalah Isabelle Nottet dan Estella Loupatty yang masuk kategori marquee player.
"Jadi Estella dan Isabel karena baru ada dua diaspora mereka termasuk marquee player. Nah sisanya kami serahkan kembali ke klub sesuai dengan kemampuannya. Empat pemain asing itulah yang kami sebut sebagai marquee player," ungkap Vivin.
I.League sebagai operator kompetisi juga akan memberikan subsidi kepada enam klub peserta. Dukungan tersebut diharapkan membantu klub dalam mendatangkan pemain berkualitas sesuai kebutuhan masing-masing.
"Tapi kalau levelnya yang pernah main di Piala Dunia mungkin tarifnya lebih banyak, perlu klub dari liga yang ikut liga juga subsidi. Ya kami serahkan semua ke kemampuan dari masing-masing klub untuk cari pemain asingnya," tutur Vivin.
Selain aturan pemain asing, IWL 2026-2027 juga menerapkan sistem kurasi pemain untuk menjaga keseimbangan kekuatan setiap klub. CEO IWL Teddy Tjahjono menjelaskan, pihaknya melakukan analisis terhadap ratusan pemain sebelum menentukan kategori pemain.
“Kenapa kami juga melakukan analisa dan kajian dari semua pemain, termasuk grading pemain. Ada sekitar 250-an pemain di mana akhirnya kami grading dengan kriteria yang sudah kami tentukan,” kata Teddy Tjahjono.
Pemain yang sudah melalui proses tersebut nantinya akan dibagi dalam dua kategori, yakni Grade A dan Grade B. Pembagian dilakukan melalui diskusi bersama pemilik klub agar sistem kompetisi berjalan seimbang.
Selain diperkuat pemain asing dan diaspora, setiap klub IWL 2026-2027 juga diwajibkan memiliki minimal satu pemain yang berlabel Timnas Putri Indonesia.










