Timnas Voli Putri Indonesia U-18 Tumbang dari Jepang, Pelatih Ungkap Perkembangan Mengejutkan
NAKHON RATCHASIMA, iNews.id – Timnas Voli Putri Indonesia U-18 kalah dari Jepang dengan skor 21-25, 26-28, dan 20-25 pada laga Grup C AVC Girls’ U18 Volleyball Championship 2026.
Pertandingan berlangsung di Lapangan 1, Terminal 21 Korat, Nakhon Ratchasima, Rabu (1/7/2026), di mana Jepang tampil lebih efektif dalam mengontrol ritme permainan sejak awal set pertama.
Jepang Dominan, Indonesia Tetap Beri Perlawanan
Meski harus mengakui keunggulan lawan, Indonesia sempat memberikan tekanan ketat terutama pada set kedua yang berlangsung ketat hingga skor 26-28. Skuad muda Merah Putih beberapa kali mampu mengejar ketertinggalan, namun Jepang lebih konsisten di poin-poin krusial.
Asisten pelatih timnas voli putri U-18 Indonesia, Bobby Ade, menilai hasil tersebut belum sesuai target kemenangan. Namun dia menegaskan ada perkembangan positif yang mulai terlihat dari permainan tim.
“Syukur untuk hari ini, meskipun kita masih belum meraih kemenangan, tetapi tim mempunyai progres. Kesalahan sendiri atau tim eror sudah semakin minim,” ujar Bobby Ade.
Rotasi Pemain dan Evaluasi Berkelanjutan
Dalam pertandingan tersebut, tim pelatih melakukan sejumlah penyesuaian strategi, termasuk perubahan posisi pemain. Vania yang sebelumnya berperan sebagai outside hitter kini difokuskan menjadi libero, sementara Nathania diberi peran sebagai defender untuk memperkuat lini pertahanan.
Perubahan tersebut disebut memberikan dampak positif terhadap stabilitas permainan tim, meski belum cukup untuk mengamankan kemenangan atas Jepang.
“Meskipun kita tadi kalah, lawan juga sulit mencari poin dari kita. Evaluasi ini akan terus berlanjut sampai selesai kejuaraan,” tegas Bobby.
Indonesia sebenarnya tampil cukup solid dalam bertahan, namun Jepang lebih unggul dalam variasi serangan dan efektivitas penyelesaian akhir.
Kekalahan ini membuat Timnas Voli Putri Indonesia U-18 harus bekerja lebih keras pada laga berikutnya untuk menjaga peluang melaju ke babak selanjutnya.
Tim pelatih memastikan proses evaluasi akan terus dilakukan secara menyeluruh, terutama dalam aspek konsistensi permainan dan minimnya kesalahan individu agar performa tim semakin meningkat di pertandingan berikutnya.









