AC Milan Kecewa Ditolak Wonderkid Italia, sang Talenta Muda Malah Pilih Como
MILAN, iNews.id - Mattia Liberali dipastikan tidak kembali ke AC Milan. Wonderkid Italia itu memilih bergabung dengan Como FC meski Rossoneri sempat melakukan upaya terakhir untuk membajak proses transfernya.
Dalam 48 jam terakhir, sejumlah laporan menyebut AC Milan mencoba mengganggu negosiasi yang sudah lebih dulu dijalin Como dan Sassuolo. Kedua klub tersebut disebut sudah berada pada tahap lanjutan dalam perburuan tanda tangan Liberali.
AC Milan sebenarnya memiliki posisi yang cukup menguntungkan. Klub tersebut mempunyai klausul penjualan kembali sebesar 50 persen, sementara Liberali memiliki klausul pelepasan senilai 6 juta euro atau sekitar Rp122,65 miliar. Kondisi itu membuat Milan bisa merekrutnya kembali dengan biaya sekitar 3 juta euro atau setara Rp61,33 miliar.
Namun, keuntungan tersebut tidak cukup untuk mengubah keputusan sang pemain. Milan tetap harus meyakinkan Liberali secara pribadi, mengingat dia memilih meninggalkan Rossoneri sekitar satu tahun lalu.
Fabrizio Romano Pastikan Transfer ke Como
Pakar transfer Fabrizio Romano memastikan kesepakatan antara Como dan Liberali telah tercapai. Dia menyebut proses transfer tinggal mengaktifkan klausul pelepasan pemain tersebut.
"Como telah mencapai kesepakatan untuk merekrut Mattia Liberali. Talenta muda Italia itu akan bergabung dengan proyek Cesc Fabregas dan bermain di Liga Champions musim depan."
"Transfer senilai 6 juta euro akan diaktifkan hari ini sesuai klausul pelepasannya. Liberali berbicara dengan empat klub, tetapi akhirnya memilih Como," tulis Romano.
Kabar tersebut muncul setelah laporan yang menyebut pemilik AC Milan, Gerry Cardinale, bersama jajaran manajemen klub menggelar pembicaraan positif dengan Liberali dan perwakilannya. Meski demikian, pendekatan itu tidak berhasil mengubah pilihan sang pemain.
Keputusan Liberali membuat Como keluar sebagai pemenang dalam persaingan mendapatkan salah satu talenta muda terbaik Italia. Sementara itu, AC Milan harus menerima kenyataan gagal memulangkan pemain yang pernah menjadi bagian dari akademi mereka.









