Carrick Belum Puas, MU Bidik Pilar Timnas Prancis untuk Perkuat Lini Tengah
MANCHESTER, iNews.id – Manchester United kembali bersiap melakukan langkah besar di bursa transfer musim panas dengan membidik gelandang Timnas Prancis untuk memperkuat sektor tengah skuad mereka.
Setan Merah sudah lebih dulu mendatangkan Ederson dari Atalanta dengan nilai transfer lebih dari 40 juta poundsterling atau sekitar Rp959,6 miliar sebagai bagian dari perombakan lini tengah. Meski demikian, sektor gelandang dinilai belum sepenuhnya lengkap setelah kepergian Casemiro dari tim utama.
Menurut Give Me Sport, Pelatih MU, Michael Carrick, disebut masih menginginkan tambahan tenaga baru agar keseimbangan permainan tetap terjaga sepanjang musim kompetisi.
Target utama MU adalah kembali bersaing di papan atas Liga Inggris serta tampil lebih stabil di Liga Champions. Manajemen klub juga menilai kedalaman skuad menjadi faktor penting untuk menghadapi jadwal padat di berbagai kompetisi.
MU Pantau Gelandang Timnas Prancis
Salah satu nama yang kini masuk radar MU adalah Khephren Thuram, gelandang Juventus yang juga merupakan bagian dari Timnas Prancis.
5 Pembalap Kena Hukuman Penalti 16 Detik, Francesco Bagnaia Naik Podium di MotoGP Catalunya 2026!
Menurut laporan Corriere dello Sport, Juventus tengah menghadapi tekanan finansial dan harus mengumpulkan sekitar 10–11 juta poundsterling atau sekitar Rp240,3–Rp264,3 miliar untuk memenuhi aturan keuangan klub.
Situasi tersebut membuat Juventus membuka peluang melepas pemain, termasuk Thuram yang mereka datangkan dengan biaya sekitar 20 juta euro atau sekitar Rp415,18 miliar.
Namun, klub Italia itu tetap mematok harga di kisaran 35–40 juta poundsterling atau sekitar Rp839,3 miliar hingga Rp959,2 miliar.
MU dikabarkan mulai mempertimbangkan untuk menebus banderol tersebut, meski belum mengambil langkah resmi.
Di sisi lain, Al-Ahli dari Arab Saudi juga siap bersaing dengan tawaran besar, namun Thuram disebut lebih memilih bertahan di Eropa.
Gelandang berusia 25 tahun itu juga dikabarkan menolak pendekatan dari Galatasaray karena ingin tetap bermain di level kompetitif tertinggi.









