Shin Tae-yong Tegas di Persija: Pemain Egois Tak Akan Masuk Skuad

Shin Tae-yong Tegas di Persija: Pemain Egois Tak Akan Masuk Skuad

Olahraga | inews | Kamis, 18 Juni 2026 - 16:21
share

JAKARTA, iNews.id – Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong, menegaskan standar tinggi dalam membangun skuad untuk musim 2026-2027 dengan menempatkan mentalitas dan semangat berkorban sebagai syarat utama yang tidak bisa ditawar.

Shin Tae-yong menilai kualitas teknis saja tidak cukup untuk membentuk tim yang kompetitif di level tertinggi.

Dia menekankan, sepak bola modern menuntut kerja kolektif, intensitas tinggi, serta komitmen penuh dari setiap pemain di lapangan.

Menurutnya, pemain yang hanya mengandalkan kemampuan individu tanpa kontribusi untuk tim tidak akan masuk dalam rencana skuad.

“Pemain yang mau berkorban untuk tim. Pemain yang merasa ‘siapa saya’ dengan pundak yang kaku (sombong), tidak mau berkorban untuk tim, hanya berdiri diam dan tidak berlari keras di lapangan. Pemain-pemain seperti itu tidak akan saya pilih. Itulah filosofi yang saya pegang dalam sepak bola,” ujar Shin Tae-yong, dikutip dari situs resmi iLeague.

Pernyataan itu menegaskan arah pembangunan Persija yang mengutamakan kerja keras dan disiplin kolektif dibandingkan ego individual pemain.


Pengorbanan Jadi Fondasi Permainan Persija

Shin Tae-yong menjelaskan, bentuk nyata dari pengorbanan di lapangan terlihat dari kesediaan pemain untuk tetap bekerja keras dalam semua situasi pertandingan.

Dia mencontohkan pemain depan yang tetap turun membantu pertahanan ketika kehilangan bola sebagai gambaran komitmen terhadap tim.

“Maksud dari mau berkorban untuk tim adalah meskipun dia berada di posisi paling depan (striker), ketika dia kehilangan bola, dia mau turun sampai ke area penalti kami sendiri untuk melakukan tekel, merebut bola, dan membawanya lagi,” ucapnya.

Menurutnya, tindakan seperti itu mungkin tidak terjadi terus-menerus dalam satu pertandingan, tetapi momen-momen kecil tersebut memiliki dampak besar terhadap kekompakan tim.

Shin Tae-yong menilai, sikap rela bekerja ekstra demi tim mampu membangun identitas permainan yang kuat dan solid.

Dia juga menegaskan, pemain yang memiliki mental seperti itu akan membuat seluruh tim ikut bergerak bersama dalam intensitas tinggi.

“Tentu tidak bisa dilakukan setiap saat, tapi jika hal seperti itu muncul satu atau dua kali saja demi tim, itu akan membuat seluruh pemain menjadi satu dan berlari keras bersama,” tutupnya.

Selain aspek pengorbanan, dia menilai kesamaan visi antar pemain menjadi fondasi penting dalam membentuk tim yang kuat dan konsisten.

Topik Menarik