Kapten Timnas Iran Curhat soal Piala Dunia di Tengah Perang dengan AS, Jadi Penuh Ketegangan

Kapten Timnas Iran Curhat soal Piala Dunia di Tengah Perang dengan AS, Jadi Penuh Ketegangan

Olahraga | inews | Senin, 15 Juni 2026 - 09:45
share

88INGLEWOOD, iNews.id – Kapten Timnas Iran Mehdi Taremi mengakui timnya menghadapi pengalaman yang sangat menantang di Piala Dunia 2026 akibat perang yang melibatkan negaranya dengan Amerika Serikat, salah satu tuan rumah turnamen tersebut.

Iran tiba di kawasan Los Angeles pada Minggu (14/6/2026) setelah meninggalkan pusat latihan mereka di Tijuana, Meksiko. Lokasi tersebut berada sekitar 225 kilometer dari stadion tempat Iran dijadwalkan menghadapi Selandia Baru pada laga pembuka fase grup, Senin (15/6/2026) malam waktu setempat.

Perjalanan Iran menuju Piala Dunia tidak berjalan mulus. Setelah perang pecah, kamp latihan tim dipindahkan dari wilayah Amerika Serikat. Selain itu, skuad Iran juga harus menghadapi berbagai gangguan lain, termasuk persoalan visa yang memengaruhi persiapan mereka.

Taremi mengungkapkan ketegangan sudah dia rasakan sejak pertama kali tiba di ajang tersebut. Menurut dia, kondisi itu membuat suasana Piala Dunia berbeda dibandingkan turnamen-turnamen sebelumnya.

"Saya merasakan ketegangan sejak momen pertama kami tiba di Piala Dunia ini. Dalam turnamen apa pun, ketika ada ketegangan, kami tidak akan mendapatkan pengalaman indah yang selalu kami bicarakan, yaitu perdamaian dan kegembiraan," kata Taremi melalui penerjemah, dikutip dari Daily Mail.

Striker Olympiacos berusia 33 tahun itu menilai masalah yang muncul tidak hanya dialami Iran. Dia menyebut sejumlah negara lain juga menghadapi kendala visa dan perubahan lokasi kamp latihan menjelang turnamen.

"Saya tahu bukan hanya kami. Saya tahu beberapa negara juga mengalami masalah visa dan perubahan kamp latihan. Sebelum kami tiba, perasaan yang biasanya dimiliki banyak orang saat menantikan Piala Dunia mungkin kali ini tidak sama," ujarnya.

Perang Bayangi Perjalanan Iran

Amerika Serikat melancarkan serangan ke Iran pada 28 Februari. Serangan rudal awal dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Sejak saat itu konflik beberapa kali mereda dan kembali memanas.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahkan mengumumkan kesepakatan damai pada Minggu. Meski begitu, dampak konflik tersebut masih terasa bagi Timnas Iran yang sedang menjalani kompetisi sepak bola terbesar di dunia.

Taremi menilai situasi tersebut mengurangi kegembiraan yang seharusnya menjadi bagian penting dari Piala Dunia. Dia juga menyoroti pesan perdamaian yang selama ini selalu dikampanyekan melalui sepak bola.

"Ketegangan seperti ini mengurangi kegembiraan dan juga mengurangi pesan FIFA serta masyarakat kami, yaitu sepak bola membawa perdamaian," tutur Taremi.

Pemain yang sedang menjalani Piala Dunia ketiganya itu berharap atmosfer turnamen pada masa mendatang bisa menjadi lebih baik. Dia ingin para pendukung dari semua negara dapat menikmati ajadibayangi konflik

"Saya merasa Piala Dunia ini sebenarnya bisa menghadirkan suasana yang lebih baik dari yang terjadi saat ini. Namun saya berharap ke depannya akan lebih baik bagi semua penggemar, apa pun tim yang mereka dukung di Piala Dunia," katanya.

Sebelumnya Iran berencana menggelar pemusatan latihan di Tucson, Arizona. Namun pecahnya perang memaksa mereka memindahkan lokasi ke Baja California, Meksiko. Iran juga sempat meminta agar seluruh pertandingan fase grup dimainkan di luar Amerika Serikat, tetapi permintaan itu ditolak FIFA dengan alasan kendala logistik dan kontrak.

Topik Menarik