Marc Marquez Akui Pembalap Muda Bikin Kepalanya Pening di MotoGP 2026

Marc Marquez Akui Pembalap Muda Bikin Kepalanya Pening di MotoGP 2026

Olahraga | inews | Senin, 15 Juni 2026 - 06:00
share

BUDAPEST, iNews.id – Marc Marquez kembali ke podium teratas setelah memenangi MotoGP Hungaria 2026. Namun dia mengakui realitas keras munculnya generasi pembalap muda yang kian dominan di lintasan.

Pembalap Ducati Lenovo Team itu mengakhiri puasa kemenangan sejak September 2025 saat menaklukkan balapan di Sirkuit Balaton, Hungaria, Minggu (7/6/2026). Hasil ini menjadi kemenangan pertamanya pada musim 2026.

Sebelumnya, performa Marquez sempat menurun meski berstatus juara dunia MotoGP 2025. Cedera yang dia alami selepas MotoGP Indonesia 2025 serta awal musim 2026 memengaruhi konsistensi penampilannya.

Kemenangan di Hungaria menjadi titik balik penting. Namun, jalan menuju podium pertama tidak datang dengan mudah. Marquez harus melewati duel intens hingga lap terakhir melawan pembalap muda Red Bull KTM, Pedro Acosta.

Dalam persaingan ketat tersebut, pembalap berjuluk The Baby Alien itu menyadari perubahan peta kekuatan MotoGP. Menurutnya, banyak pembalap muda kini tampil lebih agresif, cepat, dan berani mengambil risiko.

“Terkadang Anda hanya perlu menerimanya. (Pedro) Acosta, (Fermin) Aldeguer, dan pembalap lainnya sepuluh atau dua belas tahun lebih muda,” kata Marc Marquez dilansir Motosan, Sabtu (13/6/2026).

“Mereka datang dengan semangat yang berbeda, mentalitas yang berbeda. Itu adalah siklus alami dalam karier seorang pembalap. Selalu seperti ini dan akan terus seperti ini,” sambungnya.

Meski begitu, Marquez belum menurunkan ambisi. Pembalap berusia 33 tahun itu sudah mengoleksi tujuh gelar juara dunia MotoGP dan kini hanya terpaut satu titel dari legenda balap Giacomo Agostini, pemilik delapan gelar.

Marquez menegaskan tekadnya tetap utuh untuk bersaing di level tertinggi.

“Kami mencoba bekerja lebih keras lagi untuk membuat hidup sedikit lebih sulit bagi para pembalap muda ini,” tutur dia.

Komitmen penuh juga dia tekankan dalam setiap balapan.

“Sebagai pembalap, dari lap pertama hingga terakhir, saya selalu memberikan 100 di lintasan dan saya akan terus melakukannya,” pungkasnya.

Kemenangan di Hungaria bukan sekadar tambahan poin, melainkan sinyal kuat kebangkitan sang juara bertahan di tengah gempuran generasi baru MotoGP yang terus menekan.

Topik Menarik