Hary Tanoesoedibjo Minta Menpora Turun Tangan, Rumah Biliar Harus Kantongi Rekomendasi POBSI!

Hary Tanoesoedibjo Minta Menpora Turun Tangan, Rumah Biliar Harus Kantongi Rekomendasi POBSI!

Olahraga | inews | Kamis, 4 Juni 2026 - 13:15
share

JAKARTA, iNews.id – Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (PB POBSI), Hary Tanoesoedibjo, meminta Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menerbitkan regulasi yang mengatur pembukaan rumah biliar di Indonesia. Dia menilai langkah tersebut penting untuk menjaga kualitas industri biliar nasional yang mulai menghadapi tantangan serius.

Usulan tersebut disampaikan Hary Tanoesoedibjo dalam konferensi pers Predator - PBC Indonesian International Open 2026 di MNC Conference Hall iNews Tower, Jakarta, Kamis (4/6/2026). Dia berharap setiap rumah biliar yang akan beroperasi wajib mengantongi rekomendasi dari PB POBSI.

Menurut Hary Tanoesoedibjo, rekomendasi dari organisasi induk olahraga biliar nasional diperlukan untuk memastikan setiap rumah biliar memenuhi standar yang telah ditetapkan. Dengan begitu, perkembangan industri biliar dapat berjalan sehat dan berkelanjutan.

"Biliar itu berkembang, tapi berkembangnya itu perlu cepat. Masalahnya, mungkin bisa minta tolong sama Pak Erick, boleh tidak untuk membuka rumah biliar itu harus ada rekomendasi POBSI," kata Hary Tanoesoedibjo.

Dia menjelaskan rekomendasi tersebut bukan untuk membatasi pertumbuhan usaha, melainkan menciptakan standar yang jelas bagi seluruh pelaku industri. Standarisasi dinilai penting agar kualitas layanan kepada masyarakat tetap terjaga.

Hary melihat fenomena persaingan tarif yang semakin ketat mulai muncul di berbagai daerah. Banyak pengusaha rumah biliar berlomba-lomba menurunkan harga demi menarik pelanggan.


Hary Tanoesoedibjo Soroti Perang Tarif Rumah Biliar

Menurut Hary Tanoesoedibjo, perang tarif berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap kualitas pelayanan. Ketika harga terus ditekan, pengelola rumah biliar berisiko mengurangi kualitas fasilitas maupun layanan demi menekan biaya operasional.

"Supaya kita mampu memberikan standarisasi, kalau regulasinya harus begini, begini, begini. Soalnya kalau tidak, sekarang ini banting-bantingan tarif. Dan kalau sudah banting tarif, ya service quality-nya akan turun," ujarnya.

Hary Tanoesoedibjo mengaku telah menerima banyak keluhan dari para pemilik rumah biliar. Sejumlah pengusaha menyampaikan aktivitas usaha mereka mulai melambat setelah sebelumnya menikmati pertumbuhan yang sangat pesat.

Padahal dalam beberapa tahun terakhir, olahraga biliar mengalami lonjakan popularitas yang signifikan di Indonesia. Kehadiran banyak rumah biliar baru menjadi salah satu indikator meningkatnya minat masyarakat terhadap olahraga tersebut.

Kondisi itu membuat Hary Tanoesoedibjo khawatir momentum positif yang telah dibangun selama ini bisa terganggu jika tidak ada langkah konkret untuk menjaga kualitas industri. Dia berharap regulasi yang melibatkan rekomendasi PB POBSI dapat menjadi solusi agar perkembangan biliar nasional tetap berada di jalur yang sehat.

"Akhirnya saya dapat komplain dari banyak rumah biliar, sekarang mulai landai. Padahal waktu itu berkembangnya sangat luar biasa dan sangat positif. Saya khawatir kalau ini berjalan terlalu lama, nanti biliar bisa kurang seperti yang sudah kita lakukan selama ini," pungkasnya.

Topik Menarik