Kisah Toto Wolff Nyaris Pecat Lewis Hamilton dan Nico Rosberg Usai Insiden Tabrakan di F1 GP Spanyol
PERSAINGAN antara Lewis Hamilton dan Nico Rosberg di Mercedes-AMG Petronas tetap menjadi salah satu rivalitas paling ikonik sekaligus destruktif dalam sejarah Modern Formula 1 (F1). Namun, sebuah fakta mengejutkan baru saja terungkap dari mulut sang bos tim, Toto Wolff.
Wolff mengakui pernah mengambil langkah ekstrem untuk memutus kontrak kedua juara dunia tersebut di tengah musim 2016. Pemicu utamanya adalah insiden di Grand Prix Spanyol 2016, di mana Hamilton dan Rosberg bertabrakan pada lap pertama, memaksa kedua mobil perak itu keluar dari balapan secara memalukan.
Bagi Wolff, itu bukan sekadar insiden balap, melainkan pengkhianatan terhadap nilai-nilai tim.
1. Ancaman PHK Secara Mendadak
Kemarahan Wolff mencapai puncaknya setelah melihat ego kedua pembalapnya melampaui kepentingan ribuan staf di pabrik. Dalam sebuah wawancara terbaru dengan The Athletic, Wolff mengungkapkan bahwa ia benar-benar menghubungi CEO Mercedes-Benz saat itu, Dieter Zetsche, untuk meminta izin memecat keduanya.
“Anda mewakili merek Mercedes, dan Anda harus menerima bahwa ini bukan hanya tentang Anda. Jadi, faktanya: mereka adalah pesaing. Kami menerima persaingan. Kami menerima mereka saling berlomba selama mereka menghormati batasan-batasan tertentu. Dan itu sangat sederhana: jangan saling bertabrakan,” ujar Wolff, kepada Athletic yang dilansir dari Crash, Rabu (15/4/2026).
Wolff bahkan sempat mengirimkan email yang menyatakan bahwa untuk saat itu, mereka bukan lagi bagian dari tim. Langkah ini diambil karena persaingan yang semula sehat telah berubah menjadi permusuhan pribadi yang meracuni organisasi.
Wolff ingin memberi pelajaran keras bahwa nama Mercedes jauh lebih besar daripada nama individu. Ia merasa perlu menunjukkan bahwa tindakan ceroboh mereka berdampak langsung pada kesejahteraan 2.500 karyawan yang menggantungkan hidup pada kesuksesan tim.
"Siapa yang kalian pikirkan? Kalian menabrak satu sama lain hanya karena saling tidak suka?" tegas Wolff saat itu.
2. Alasan di Balik Pembatalan Keputusan Drastis
Meski surat"pemecatan sudah disiapkan, Wolff akhirnya melakukan manuver U-turn atau putar balik pada hari Kamis sebelum balapan berikutnya. Alasan utamanya ternyata cukup pragmatis, sulitnya menentukan siapa yang harus disalahkan secara mutlak atas insiden di lintasan.
Dalam pertemuan tertutup, Wolff mengakui bahwa ia tidak bisa menilai secara adil apakah kesalahan itu murni milik satu pihak. Baginya, setiap insiden selalu memiliki nuansa, entah itu pembagian kesalahan 50-50 atau 60-40.
Ketakutan akan membuang pembalap yang salah membuatnya memilih untuk memberikan kesempatan terakhir yang sangat ketat. Ultimatum keras pun dijatuhkan. Jika tabrakan serupa terjadi lagi, salah satu dari mereka dipastikan akan ditendang keluar, terlepas dari siapa yang benar atau salah.
Ancaman ini terbukti cukup efektif untuk meredam tensi hingga akhir musim, yang kemudian ditutup dengan gelar juara dunia pertama bagi Rosberg sebelum ia memutuskan pensiun secara mendadak.










