Kepingan Prestasi yang Hilang, Jonatan Christie Buru Gelar Perdana di Indonesia Open 2026
JAKARTA – Tunggal putra, Jonatan Christie, secara terbuka mengungkapkan ambisi besarnya untuk memutus tren negatif di turnamen level BWF Super 1000, Indonesia Open. Pemain yang akrab disapa Jojo ini mengaku masih memendam rasa penasaran yang mendalam karena hingga saat ini dirinya belum pernah merasakan naik podium tertinggi dalam ajang paling bergengsi yang digelar di Tanah Air tersebut.
Indonesia Open 2026 dijadwalkan akan berlangsung di Istora Senayan, Jakarta, pada 2-7 Juni mendatang. Turnamen berlevel Super 1000 itu menjadi ajang yang sangat dinanti-nanti pencinta bulu tangkis tanah air karena akan diikuti oleh jajaran pemain top dunia.
Jojo sangat antusias menatap ajang bergengsi tersebut. Pemain non-Pelatnas PBSI itu menyatakan bahwa target utamanya tahun ini adalah meraih gelar juara. Pasalnya, gelar Indonesia Open merupakan kepingan prestasi yang masih hilang sepanjang karier profesionalnya.
“Ya, pertama pasti ada rasa penasaran itu tersendiri karena Indonesia Open saya belum pernah menjuarai. Itu juga salah satu yang menjadi target pribadi saya,” kata Jonatan dalam sesi jumpa pers di Jakarta, Rabu (15/4/2026).
Rasa penasaran tersebut semakin besar mengingat Indonesia Open merupakan salah satu turnamen paling prestisius di kalender bulu tangkis dunia. Jonatan pun bertekad memaksimalkan kesempatan tahun ini demi meraih gelar yang sangat diidamkannya.
“Karena bagaimanapun juga Indonesia Open adalah salah satu turnamen terbaik di dunia yang saya juga berharap bisa mendapatkan gelarnya. Jadi saya sangat berusaha semaksimal mungkin untuk bisa tampil yang semaksimal dan juga mudah-mudahan bisa mendapatkan gelar tersebut di tahun ini," tambahnya.
1. Pesatnya Perkembangan Tunggal Putra Dunia
Di sisi lain, Jonatan juga menyoroti ketatnya persaingan di sektor tunggal putra saat ini. Ia menilai perkembangan para pemain dari berbagai negara berlangsung sangat cepat dalam beberapa tahun terakhir, sehingga peta persaingan tidak lagi didominasi oleh negara tertentu saja.
“Lalu yang kedua, memang banyak atlet terutama tunggal putra sekarang yang perkembangannya cukup pesat. Dari beberapa negara mungkin beberapa tahun lalu belum bisa bersaing, tapi saat ini mereka sudah bisa menempatkan beberapa pemainnya di Top 15 bahkan Top 10, itu ada dua sampai tiga gitu," sambung Jonatan.
"Jadi memang perkembangannya sangat-sangat pesat. Mungkin di zaman sekarang juga sport science itu sangat lebih cukup penting. Jadi memang saya rasa hal yang wajar pemain-pemain dari negara-negara tersebut sekarang mulai bisa bersaing," lanjutnya.
2. Fokus pada Performa Diri
Namun terlepas dari kekuatan lawan, Jojo memilih untuk fokus penuh menatap ajang tersebut. Ia menyatakan bakal mempersiapkan diri sebaik mungkin demi mewujudkan ambisinya menghapus rasa penasaran yang sudah bertahan bertahun-tahun.
"Jadi kembali lagi ke diri kita masing-masing, kita bisa menampilkan semaksimal apa untuk bersaing di kompetisi yang saat ini," imbuh Jonatan.
Sekadar diketahui, terakhir kali Indonesia meraih gelar juara di rumah sendiri pada ajang Indonesia Open terjadi pada edisi 2021 lalu. Gelar tersebut tercipta lewat perjuangan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo dari sektor ganda putra.










