Penyebab Nomor Punggung 7 di Timnas Portugal Tidak Bisa Dipensiunkan Usai Cristiano Ronaldo Gantung Sepatu
PERJALANAN panjang Cristiano Ronaldo bersama Tim Nasional (Timnas) Portugal resmi berakhir setelah 23 tahun pengabdian. Melalui pesan perpisahan emosional, penyerang berusia 41 tahun tersebut menyatakan sudah tiba saatnya untuk menyerahkan kembali nomor punggung 7 yang selama ini identik dengan namanya.
Keputusan gantung sepatu dari panggung internasional ini menandai akhir dari era salah satu pemain terbesar dalam sejarah sepak bola. Sepanjang kariernya bersama Selecao das Quinas –julukan Timnas Portugal, CR7 menorehkan rekor fantastis berupa 234 penampilan dan 146 gol, serta mempersembahkan satu trofi Euro dan dua gelar Nations League.
Momen kekalahan menyakitkan dari Yunani di Euro 2004 saat ia masih muda menjadi awal transformasi Ronaldo. Dua belas tahun berselang, ia berhasil membalasnya dengan memimpin Portugal sebagai kapten untuk menaiki takhta tertinggi sepak bola Eropa.
Kepergian sang legenda lantas memicu spekulasi di kalangan penggemar. Mengingat kontribusinya yang begitu monumental, timbul pertanyaan apakah Federasi Sepak Bola Portugal (FPF) bisa mengistirahatkan nomor punggung 7 sebagai bentuk penghormatan tertinggi?
1. Aturan Ketat FIFA
Dalam tradisi sepak bola klub, mempensiunkan nomor punggung untuk menghormati pemain legendaris adalah hal yang lumrah. AC Milan contohnya, mengistirahatkan nomor 6 milik Franco Baresi dan nomor 3 milik Paolo Maldini yang mendedikasikan seluruh kariernya di San Siro.
Contoh lain juga terjadi di Napoli yang mempensiunkan nomor 10 milik Diego Maradona. Bahkan pada 2025, Liverpool turut mengambil langkah serupa dengan mengistirahatkan nomor punggung 20 untuk mengenang mendiang Diogo Jota yang wafat secara mendadak.
Namun, skenario mempensiunkan nomor punggung di level tim nasional memiliki aturan main yang jauh berbeda. Portugal terhalang oleh regulasi ketat dari induk organisasi sepak bola dunia, FIFA, terkait penomoran skuad di turnamen resmi.
2. Pelajaran dari Kasus Timnas Argentina
Menurut laporan dari The Thao 247, penolakan FIFA terhadap upaya serupa bukanlah hal baru. Sebelum gelaran Piala Dunia 2002, Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) berniat mempensiunkan nomor 10 milik Maradona, tetapi permintaan tersebut ditolak mentah-mentah oleh FIFA hingga akhirnya nomor itu diberikan kepada Ariel Ortega.
FIFA menggariskan setiap tim nasional yang berlaga di turnamen resmi wajib mendaftarkan susunan pemain dengan nomor punggung berurutan tanpa ada yang terlewat. Karena aturan pendaftaran skuad ini, Portugal wajib menyertakan nomor 7 dalam daftar tim mereka.
Dengan demikian, terlepas dari status Ronaldo sebagai legenda dan pencetak gol terbesar dalam sejarah negara tersebut, nomor punggung 7 Portugal dipastikan tidak bisa dipensiunkan secara permanen dan harus diwariskan kepada penerusnya.









