Profil dan Pendidikan Listyo Sigit, Jadi Tersangka Kasus Penyadapan Presiden
NAMA Jenderal Polisi (Purn.) Listyo Sigit Prabowo menjadi sorotan nasional. Dia menjadi tersangka kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto.
Mantan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) tersebut kini menghadapi proses hukum bersama dua perwira tinggi Polri lainnya. Kasus ini menarik perhatian publik karena Listyo Sigit sebelumnya merupakan salah satu pejabat penting di lingkungan pemerintahan dan kepolisian.
Listyo Sigit menjabat sebagai Kapolri sejak Januari 2021 hingga Oktober 2026. Lalu, dia dipercaya menduduki posisi Kepala Staf Kepresidenan (KSP).
Di balik perjalanan kariernya yang panjang, Listyo Sigit memiliki latar belakang pendidikan kepolisian dan sejumlah pendidikan pengembangan profesi. Berikut profil, riwayat pendidikan, perjalanan karier, hingga kasus hukum yang kini menjerat namanya.
1. Profil dan Biodata Listyo Sigit Prabowo
Listyo Sigit Prabowo lahir di Ambon, Maluku, pada 5 Mei 1969. Ia merupakan perwira tinggi Polri yang menghabiskan sebagian besar perjalanan kariernya di institusi kepolisian.
Sebelum menjadi Kapolri, ia pernah menduduki sejumlah jabatan strategis, mulai dari Kapolres, Kapolda, Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam), hingga Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri.
2. Riwayat Pendidikan Listyo Sigit Prabowo
Listyo Sigit memiliki latar belakang pendidikan kepolisian. Ia menempuh pendidikan menengah di Yogyakarta sebelum melanjutkan pendidikan di Akademi Kepolisian.
Dia tercatat mengenyam pendidikan di SMA Negeri 8 Yogyakarta dan lulus pada 1988. Kemudian, jenjang pendidikan Listyo berlanjut ke Akademi Kepolisian (Akpol) yang lulus pada 1991.
Tak berhenti sampai di situ, Listyo juga menempuh pendidikan tinggi di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK). Dia mengikuti pendidikan pada 1998.
Listyo juga mengambil magister bidang ilmu kepolisian. Sejumlah sumber mencatat pendidikan S2 di Universitas Indonesia pada 2005, sementara profil Humas Polri mencantumkan S2 STIK-PTIK pada 2008.
Sinopsis Ternyata Ini Cinta Eps 56, Minggu 4 Oktober 2026: Marco dan Vino Mulai Menyelidiki Dewa
Di luar itu semua, Listyo juga tercatat menempuh pendidikan Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim) Polri pada 2006 dan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) pada 2017. Pendidikan tersebut menjadi bagian dari pengembangan kompetensi Listyo selama menjalani karier di institusi kepolisian.
3. Perjalanan Karier Listyo Sigit Prabowo
Listyo Sigit memulai karier kepolisiannya setelah lulus dari Akpol pada 1991. Ia menjalani berbagai penugasan di tingkat daerah maupun pusat.
Pada 1991, dia mulai penugasan di Polres Metro Tangerang. Lalu, pada 2009, Listyo menjadi Kapolres Pati, Jawa Tengah.
Setahun kemudian atau tepatnya pada 2010, dia menjadi Wakapolrestabes Semarang. Selang setahun kemudian, dia menjadi Kapolresta Surakarta.
Kemudian, pada 2012, Listyo menjadi Kasubdit II Dit Tipidum Bareskrim Polri. Pada 2013, Listyo dilantik menjadi Direskrimum Polda Sulawesi Tenggara.
Pada 2014–2016, Listyo ditunjuk menjadi ajudan Presiden Joko Widodo. Lanjut 2016, dia diangkat menjadi Kapolda Banten.
Kisah Yasmina Toxanbayeva Sabet Medali Emas di Asian Games 2026, Namun Dicabut Gara-Gara Sepatu
Dua tahun kemudian, Listyo menjadi Kadiv Propam Polri. Pada 2019, dia menjadi Kabareskrim Polri. Lalu, Listyo dilantik menjadi Kapolri pada 2021. Masa jabatannya sebagai Kapolri berakhir pada 2026 dan dilantik menjadi Kepala Staf Kepresidenan.
4. Perjalanan Listyo Sigit Menjadi Kapolri
Listyo Sigit ditunjuk Presiden Joko Widodo sebagai calon tunggal Kapolri pada Januari 2021 untuk menggantikan Jenderal Idham Azis. Pencalonannya kemudian mendapatkan persetujuan DPR RI setelah melalui proses uji kelayakan dan kepatutan.
Pada 27 Januari 2021, Presiden Joko Widodo resmi melantik Listyo Sigit sebagai Kapolri. Selama memimpin Polri, ia menjalankan sejumlah program kelembagaan, termasuk konsep Presisi yang merupakan singkatan dari Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan.
Ia mengakhiri masa jabatannya pada 1 Oktober 2026. Pada tanggal yang sama, Presiden Prabowo Subianto melantiknya sebagai Kepala Staf Kepresidenan, sementara posisi Kapolri diserahkan kepada Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto.










