Danantara Gandeng 32 Kampus, Dorong Riset Masuk Industri

Danantara Gandeng 32 Kampus, Dorong Riset Masuk Industri

Ekonomi | okezone | Selasa, 3 November 2026 - 19:05
share

JAKARTA – Danantara Indonesia menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta 32 perguruan tinggi untuk memperkuat kolaborasi riset dan industri. Kerja sama diarahkan untuk mempercepat pemanfaatan hasil penelitian agar dapat dikembangkan menjadi produk dan solusi yang dibutuhkan dunia usaha.

Kesepakatan tersebut menjadi salah satu rangkaian kerja sama yang dihasilkan dalam Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 di Fairmont Jakarta. Kolaborasi itu melibatkan pemerintah, perguruan tinggi, lembaga riset, perusahaan, dan ekosistem badan usaha milik negara (BUMN).

Melalui kerja sama tersebut, Danantara ingin mendekatkan kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi dengan kebutuhan industri. Dengan demikian, hasil riset tidak berhenti pada publikasi akademik, tetapi memiliki peluang untuk dikembangkan dan dikomersialkan.

Selain menggandeng BRIN dan 32 perguruan tinggi, Danantara Indonesia juga menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Keuangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, serta Kementerian Perindustrian.

Kerja sama lintas kementerian tersebut bertujuan menyelaraskan agenda riset, pengembangan talenta, kebutuhan industri, mekanisme pendanaan, dan peluang investasi strategis. Sinergi ini diharapkan dapat mempercepat hilirisasi hasil penelitian sekaligus memperkuat kemampuan teknologi industri nasional.

Chief Technology Officer Danantara Indonesia sekaligus Ketua DTIIF 2026, Sigit Puji Santosa, mengatakan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, lembaga riset, dan pelaku industri menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan teknologi nasional.

"Penandatanganan kerja sama hanyalah titik awal. Yang terpenting adalah bagaimana kolaborasi ini dapat diwujudkan menjadi implementasi nyata dan memberikan manfaat bagi industri serta masyarakat," ujar Sigit dalam keterangannya, Selasa (3/11/2026).

Kolaborasi riset juga dikembangkan di sektor kesehatan. Danantara Development Management Fund (DDMF) bersama Institut Teknologi Bandung (ITB), Indofarma, dan PT EBM Saintifik dan Teknologi sepakat mengembangkan fitofarmaka berbasis kratom.

Kerja sama tersebut membuka peluang pengembangan hasil penelitian menjadi produk kesehatan yang dapat dikomersialkan. DDMF juga menjajaki kerja sama dengan Thermo Fisher Scientific dalam bidang teknologi ilmu hayati untuk memperkuat kapasitas riset dan industri kesehatan nasional.

Di luar sektor kesehatan, sejumlah kemitraan juga dijajaki dalam bidang industri maritim, baja, keamanan siber, post-quantum cryptography, bioteknologi, dan robotika. Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperluas penerapan teknologi di berbagai sektor industri.

Sementara itu, DTIIF 2026 yang berlangsung selama tiga hari menghadirkan lebih dari 3.000 peserta. Forum tersebut melibatkan 274 pembicara dan moderator melalui tujuh sesi Distinguished Lecture, 21 sesi pleno, serta 38 sesi panel dan pitching atau showcase yang mempertemukan BUMN, peneliti muda, dan perusahaan rintisan berbasis teknologi.

Sejumlah pembahasan dalam forum tersebut mencakup enam sektor strategis, yakni energi; telekomunikasi dan infrastruktur digital; pertanian, pangan, dan kesehatan; material maju dan semikonduktor; keuangan dan perbankan; serta transportasi dan infrastruktur.

Danantara Indonesia menyatakan akan mengawal berbagai kesepakatan yang dihasilkan hingga tahap implementasi. Langkah tersebut diharapkan dapat memastikan kerja sama yang telah dibangun menghasilkan pengembangan teknologi dan peningkatan daya saing industri nasional.

Topik Menarik