Demi Capai 24 Ton TBS, Pekebun Sawit Bengkulu Dibekali Teknik Panen

Demi Capai 24 Ton TBS, Pekebun Sawit Bengkulu Dibekali Teknik Panen

Ekonomi | sindonews | Sabtu, 3 Oktober 2026 - 20:49
share

ebanyak 151 pekebun kelapa sawit dari Kabupaten Bengkulu Utara dan Bengkulu Tengah mengikuti pelatihan panen serta pascapanen untuk meningkatkan produktivitas kebun hingga minimal 24 ton tandan buah segar (TBS) per hektare per tahun. Pelatihan tersebut menegaskan bahwa bibit unggul tidak cukup tanpa didukung pemupukan, budidaya, panen, dan penanganan pascapanen yang tepat.

"Targetnya supaya pekebun bisa mencapai produktivitas minimal 24 ton TBS per hektare per tahun. Dengan rendemen 24-25 persen, CPO-nya bisa sekitar 6 ton per hektare per tahun," kata Praktisi Kebun Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY), Tri Haryadi mewakili Direktur AKPY Dr. Sri Gunawan dalam keterangannya, Sabtu (3/10/2026).

Baca Juga:AKPY-STIPER Dorong Hilirisasi Sawit Melalui Inovasi Produk UMKM

Hal itu disampaikan dalam Pelatihan Panen dan Pascapanen Program Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan (SDMP) 2026 diselenggarakan AKPY dengan dukungan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian. Adapun kegiatan tersebut berlangsung dari 28 September hingga 2 Oktober 2026 sebagai bagian dari upaya mendorong pekebun menerapkan praktik pertanian yang baik (Good Agricultural Practices/GAP).

Tri mengatakan sebagian besar pekebun telah menggunakan bibit unggul dan mengikuti program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Namun, produktivitas masih perlu ditingkatkan melalui perbaikan pengelolaan kebun, terutama pemenuhan kebutuhan pupuk dan teknik panen. "Bibit unggul sudah digunakan, tetapi produksinya tidak akan tercapai kalau pupuknya tidak cukup," tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya pengaturan organisasi panen, termasuk pembagian seksi, jadwal, dan rotasi panen. Pekebun yang selama ini memanen dua kali sebulan didorong meningkatkan frekuensi panen menjadi tiga hingga empat kali, disertai ketepatan menentukan tingkat kematangan buah serta penanganan TBS setelah dipanen.

Pada kesempatan itu, Plt. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bengkulu Tengah Hendra Gusti mengatakan pengetahuan dari pelatihan harus langsung diterapkan di kebun agar memberikan dampak nyata terhadap hasil dan kualitas produksi. "Panen kalau tidak benar, hasilnya juga tidak bagus. Setelah panen pun kalau penanganannya tidak baik, hasilnya juga menjadi kurang bagus," katanya.

Baca Juga:Didukung BPDP dan Ditjenbun, AKPY Percepat Transfer Teknologi ke Pekebun Sawit Morowali

Sementara, Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Bengkulu Utara Madeslianto mengatakan peningkatan kapasitas sumber daya manusia merupakan bagian penting dalam memperbaiki tata kelola perkebunan sawit. Ia mendorong peserta pelatihan menerapkan ilmu yang diperoleh di kebun masing-masing sekaligus membagikannya kepada pekebun lain, mengingat Bengkulu Utara memiliki sekitar 94.000 hektare perkebunan kelapa sawit yang dikelola perusahaan berdasarkan data pemerintah daerah.

Topik Menarik