Kembali Teror Warga, KKB Serang dan Tusuk ASN di Papua Tengah
JAKARTA - Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kembali melancarkan aksi teror terhadap warga sipil di Kabupaten Puncak, Papua. Kali ini, KKB dilaporkan menyerang dan menikam eorang Aparatur Sipil Negara (ASN) berinisial MM di Kompleks Pasar Kago, Kampung Ulumuni, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua Tengah.
Peristiwa penusukan tersebut dilaporkan terjadi pada Minggu, (1/11/2026) sekitar pukul 16.00 WIT.
Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz-2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo, mengungkapkan bahwa kejadian berlangsung saat korban sedang duduk di atas sepeda motor di depan Bengkel Mandiri Utama.
“Secara tiba-tiba, korban diduga diserang dari arah belakang menggunakan senjata tajam berupa pisau yang ditusukkan pada bagian leher hingga menembus ke bagian depan,” kata Yusuf dalam keterangannya, Selasa, (3/11/2026).
Setelah menyerang korban, para pelaku langsung melarikan diri ke arah Kampung Ulumuni. “Berdasarkan penyelidikan awal, diduga terdapat lima orang yang terlibat dalam aksi tersebut,” ujarnya.
Denny Indrayana Perkirakan Sidang Putusan Sengketa Ijazah Gibran di MK Digelar Senin Depan
Sebanyak tiga orang diduga berperan sebagai pengawas situasi dan dua lainnya eksekutor. “Identitas para pelaku hingga kini masih dalam proses penyelidikan,” ucapnya.
Usai penikaman, MM langsung berteriak meminta tolong. Alhasil, warga berdatangan dan membawa korban ke RSUD Ilaga untuk mendapatkan penanganan medis.
Dalam peristiwa ini, korban mengalami luka tusuk pada bagian leher akibat penusukan dari arah belakang.
“Saat ini korban masih dalam keadaan sadar, sementara pisau yang diduga digunakan dalam penyerangan masih tertancap di tubuhnya,” tuturnya.
Yusuf memastikan, Satgas Operasi Damai Cartenz telah melakukan penyisiran di tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan keterangan saksi, serta mengamankan barang bukti yang ditemukan di tempat kejadian perkara.
Barang bukti yang diamankan meliputi satu jaket dan satu celana jeans berwarna biru navy, serta satu baju berwarna hitam milik korban.
Polisi juga menyita sebilah pisau bergagang kayu berwarna cokelat dengan panjang sekitar 40 sentimeter yang digunakan untuk menikam korban.
“Pisau tersebut masih tertancap di tubuh korban dan belum dapat diamankan karena harus menunggu tindakan medis,” kata Yusuf.
Yusuf menyatakan belum mengetahui motif dari peristiwa tindak pidana tersebut. Namun, berdasarkan informasi awal, penikaman itu diduga berkaitan dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB).
“Terdapat dugaan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk balas dendam atas penangkapan salah satu DPO dari kelompok mereka yang berhasil diamankan beberapa waktu lalu. Namun, motif dan keterkaitan tersebut masih kami dalami,” tutupnya. rewrite lead paragraf dan cek typo dari tulisan ini tanpa mengubah substansi, beri revisi










