Longsor Terjang Lumajang Jatim, Ayah dan Anak Berusia 9 Tahun Tewas Tertimbun

Longsor Terjang Lumajang Jatim, Ayah dan Anak Berusia 9 Tahun Tewas Tertimbun

Terkini | okezone | Senin, 2 November 2026 - 15:56
share

JAKARTA - Hujan lebat memicu tanah longsor di Dusun Jonggrang, Desa Tamanayu, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang, Jawa Timur, pada Sabtu 31 Oktober 2026 dini hari. Akibat peristiwa tersebut, seorang ayah dan anaknya meninggal dunia.

"Dua warga yang meninggal dunia merupakan satu keluarga, yakni seorang ayah berusia 40 tahun dan putrinya yang berusia 9 tahun," kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, Senin (2/11/2026).

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur, hujan lebat mengguyur kawasan tersebut pada Jumat 30 Oktober 2026 malam, mulai pukul 20.00 hingga 23.00 WIB.

"Kondisi lereng yang labil di kawasan rawan longsor menyebabkan material tanah longsor dan menimpa satu rumah warga di RT 22/RW 08. Tak lama kemudian, longsor susulan terjadi dan menimbun rumah beserta penghuninya," ujarnya.

BPBD Provinsi Jawa Timur bersama Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC PB) BPBD Kabupaten Lumajang telah melakukan penanganan di lokasi kejadian. Penanganan meliputi pengamanan lokasi, kajian cepat, serta pemberian bantuan awal berupa terpal bagi warga terdampak.

"Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga menyalurkan santunan duka cita sebesar Rp20.000.000 kepada keluarga korban meninggal dunia. Selain itu, bantuan berupa paket sembako dan material bangunan, seperti semen dan bata, disalurkan untuk mendukung pemulihan pascabencana," ungkapnya.

 

Berton menjelaskan, jalur menuju lokasi melalui Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat akibat genangan banjir di beberapa titik. Masyarakat dan tim gabungan yang hendak menuju lokasi dapat menggunakan jalur Probolinggo sebagai akses alternatif.

BNPB mengimbau warga yang tinggal di lereng dan kawasan rawan longsor untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan berlangsung dalam durasi panjang.

"Jika muncul tanda-tanda pergerakan tanah, warga diminta segera menjauh dari area berbahaya dan menuju tempat yang lebih aman," tutupnya.

Topik Menarik