Longsor di Lumajang Tewaskan Ayah dan Anak, Rumah Tertimbun Material Tanah

Longsor di Lumajang Tewaskan Ayah dan Anak, Rumah Tertimbun Material Tanah

Terkini | inews | Senin, 2 November 2026 - 15:58
share

LUMAJANG, iNews.id - Hujan lebat memicu tanah longsor di Dusun Jonggrang, Desa Tamanayu, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Bencana tersebut menewaskan ayah dan anak berusia 9 tahun setelah rumah mereka tertimbun longsor, Sabtu dini hari 31 Oktober 2026.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur, hujan deras mengguyur kawasan tersebut sejak malam sebelum bencana.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menjelaskan kondisi lereng yang labil membuat tanah di kawasan rawan tersebut longsor dan menimpa sebuah rumah warga di RT 22/RW 08. Longsor susulan kemudian terjadi hingga menimbun rumah beserta penghuninya.

"Dua warga yang meninggal dunia merupakan satu keluarga, yakni seorang ayah berusia 40 tahun dan putrinya yang berusia 9 tahun. Keduanya telah dievakuasi oleh warga setempat dan dimakamkan oleh pihak keluarga. Kerugian material akibat kejadian ini tercatat berupa satu unit rumah rusak sedang," ujar Berton dalam keterangannya, Senin (2/11/2026).

BPBD Provinsi Jatim bersama Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC PB) BPBD Kabupaten Lumajang telah melakukan penanganan di lokasi. Petugas mengamankan area kejadian, melakukan kajian cepat, serta memberikan bantuan awal berupa terpal kepada warga terdampak.

Pemprov Jatim juga menyalurkan santunan duka cita sebesar Rp20 juta kepada keluarga korban. Bantuan lain berupa paket sembako dan material bangunan, seperti semen dan bata, turut diberikan untuk mendukung pemulihan pascabencana.

Di sisi lain, BNPB menginformasikan akses menuju lokasi melalui Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, belum dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Kondisi tersebut terjadi akibat genangan banjir di sejumlah titik.

Masyarakat dan tim gabungan yang hendak menuju lokasi bencana dapat menggunakan jalur Probolinggo sebagai akses alternatif.

BNPB mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan karena potensi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi masih ada. Warga yang tinggal di lereng dan kawasan rawan longsor diminta segera menjauh apabila melihat tanda-tanda pergerakan tanah.

"Mengingat potensi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi masih ada, BNPB mengimbau warga yang tinggal di lereng dan kawasan rawan longsor untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan berlangsung lama. Jika muncul tanda-tanda pergerakan tanah, warga diminta segera menjauh dari area berbahaya dan menuju tempat yang lebih aman," kata Berton.

Topik Menarik