Cetak Laba Rp416 Miliar, Emiten Bioskop CNMA Siap Tebar Dividen Rp4 per Saham

Cetak Laba Rp416 Miliar, Emiten Bioskop CNMA Siap Tebar Dividen Rp4 per Saham

Ekonomi | okezone | Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:36
share

JAKARTA – PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA) atau Cinema XXI membukukan pendapatan sebesar Rp4,2 triliun dan laba bersih Rp416,3 miliar hingga kuartal III-2026. Pada periode yang sama, perseroan mencatatkan EBITDA sebesar Rp1,2 triliun dan arus kas bersih dari aktivitas operasi sebesar Rp931,4 miliar.

Kinerja tersebut ditopang oleh bisnis penjualan tiket bioskop, makanan dan minuman (Food & Beverages/F&B), serta pengembangan sumber pendapatan lainnya melalui bisnis periklanan dan platform digital.

Selama sembilan bulan pertama 2026, penjualan tiket bioskop menjadi kontributor terbesar terhadap pendapatan Cinema XXI, yakni sebesar Rp2,5 triliun atau sekitar 59,1 dari total pendapatan. Sementara itu, segmen makanan dan minuman membukukan pendapatan Rp1,4 triliun atau setara 34,7 dari total pendapatan perseroan.

Direktur Utama Cinema XXI Suryo Suherman mengatakan perseroan tetap berupaya menjaga keterjangkauan harga tiket di tengah tantangan ekonomi global dan kondisi makroekonomi yang memengaruhi daya beli masyarakat.

“Dengan memperhatikan dinamika ekonomi, kami berupaya meminimalisasi kenaikan harga tiket. Hal ini bertujuan agar bioskop kami tetap dapat diakses oleh berbagai lapisan masyarakat, sekaligus menghadirkan pengalaman menonton yang imersif dan berkualitas,” ujar Suryo dalam keterangannya, Sabtu (31/10/2026).
Pendapatan Kuartal III Tumbuh 7,5

Secara khusus, kinerja Cinema XXI pada kuartal III-2026 atau periode Juli–September 2026 menunjukkan pertumbuhan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp1,5 triliun pada kuartal III-2026, tumbuh 7,5 secara tahunan (year-on-year/YoY) dibandingkan Rp1,4 triliun pada kuartal III-2025.

Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh peningkatan pendapatan segmen makanan dan minuman sebesar 13,9 secara tahunan. Kenaikan ini sejalan dengan meningkatnya rata-rata belanja makanan dan minuman per penonton sebesar 15,8 YoY.

Sementara itu, pendapatan dari penjualan tiket bioskop relatif stabil. Perseroan mencatat kenaikan harga tiket rata-rata (average ticket price/ATP) sebesar 2 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut didorong oleh naiknya tingkat okupansi pada studio premium, yaitu The Premiere dan IMAX.

Dari sisi profitabilitas, EBITDA Cinema XXI tumbuh 14 secara tahunan pada kuartal III-2026. Marjin EBITDA juga meningkat menjadi 32,1, dibandingkan 30,3 pada kuartal III-2025.

Pencapaian tersebut mencerminkan kemampuan perseroan dalam mempertahankan kinerja operasional di tengah dinamika perekonomian.
Pendapatan Periklanan dan Platform Digital Melonjak 59,1

Selain mengandalkan bisnis utama, Cinema XXI terus mengembangkan sumber pendapatan lainnya, termasuk periklanan dan platform digital.

Pada kuartal III-2026, pendapatan dari segmen lainnya tumbuh 59,1 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kontribusi segmen tersebut terhadap total pendapatan perseroan juga meningkat menjadi 6,5 sepanjang Juli–September 2026, dibandingkan 4,4 pada periode yang sama tahun lalu.

Peningkatan tersebut menunjukkan semakin besarnya kontribusi sumber pendapatan di luar bisnis utama perseroan.

Suryo mengatakan Cinema XXI akan terus memperkuat bisnis inti sekaligus mengoptimalkan potensi setiap lini usaha untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang.

“Kami terus memperkuat bisnis inti sekaligus mengembangkan potensi setiap lini usaha untuk mendukung pertumbuhan Cinema XXI dalam jangka panjang. Melalui peningkatan kualitas layanan, inovasi produk, dan optimalisasi jaringan bioskop, kami berupaya menghadirkan pengalaman yang relevan bagi pelanggan sekaligus memperluas peluang bisnis perseroan,” ujar Suryo.

Bagikan Dividen Interim Rp333,1 Miliar

Sejalan dengan upaya menjaga keseimbangan antara pengembangan bisnis dan penciptaan nilai bagi pemegang saham, Cinema XXI akan membagikan dividen interim sebesar Rp4 per saham.

Total nilai dividen interim yang akan dibagikan mencapai Rp333,1 miliar.

Ke depan, Cinema XXI akan melanjutkan strategi pengembangan bisnis melalui optimalisasi pendapatan dari bisnis inti dan lini usaha lainnya, inovasi produk dan layanan, serta ekspansi jaringan bioskop secara selektif dan terukur.

Perseroan juga akan terus memperkuat efisiensi dan disiplin operasional guna menjaga keberlanjutan bisnis serta mendukung pertumbuhan kinerja dalam jangka panjang.

Topik Menarik