Jelang Lawan Veda Ega Pratama di Sepang, Hakim Danish Dapat Wejangan dari Legenda Balap Malaysia
KUALA LUMPUR – Legenda balap motor Malaysia, Zulfahmi Khairuddin, sangat berharap Hakim Danish mampu menunjukkan potensi terbaiknya di hadapan para pendukung sendiri pada gelaran Moto3 Malaysia 2026. Apalagi seri balapan bergengsi yang digelar di Sirkuit Sepang, pada 30 Oktober sampai 1 November 2026 tersebut akan menjadi momentum terbaik bagi Hakim menyalip rider asal Indonesia, Veda Ega Pratama di klasemen Moto3 2026.
Sebagai sosok yang telah membimbing dan mengelola karier Danish sejak 2020 melalui ZK Racing, Zulfahmi ingin sang pembalap muda memanfaatkan energi positif dari antusiasme publik tuan rumah. Dukungan masif dipastikan bakal mengalir deras untuk pembalap Moto3 tersebut sepanjang akhir pekan.
Tingginya antusiasme penonton terlihat dari laporan pihak pengelola Sirkuit Internasional Sepang (SIC) yang mengonfirmasi area Hakim Danish Tribune telah habis terjual sejak jauh hari. Hal ini menegaskan besarnya harapan publik Malaysia terhadap kiprah pembalap mudanya.
"Dia tahu dukungan dari para penggemar Malaysia akan sangat luar biasa. Kami berharap dia bisa memanfaatkannya sebagai motivasi tambahan untuk memberikan performa terbaik sepanjang akhir pekan," ujar Zulfahmi, dikutip dari New Straits Times, Kamis (29/10/2026).
1. Modal Kemenangan Berharga
Danish yang berstatus sebagai rookie di kelas Moto3 sejatinya telah membuktikan kapasitasnya di panggung dunia pada musim ini. Pembalap berusia 19 tahun tersebut sukses merebut podium ketiga di Mugello sebelum akhirnya meraih kemenangan perdana yang bersejarah di GP Ceko, Brno, pada Juli lalu.
Kemenangan di Brno tersebut menjadi catatan monumental bagi dunia balap motor Negeri Jiran. Pasalnya, capaian itu menjadi kemenangan pertama pembalap Malaysia di kelas Moto3 sejak Khairul Idham Pawi terakhir kali melakukannya pada musim 2016.
Zulfahmi pun meminta Danish untuk membawa modal kepercayaan diri tersebut ke Sepang dan bekerja keras sejak sesi latihan bebas pertama. Ia menekankan pentingnya menikmati momen tampil di kandang sendiri tanpa mengabaikan fokus utama di lintasan.
"Kami ingin dia membawa kepercayaan diri itu ke Sepang, bekerja keras di setiap sesi, dan memaksimalkan setiap peluang untuk meraih hasil terbaik. Yang paling penting, kami ingin Danish menikmati balapan di depan pendukungnya, tetap fokus, dan memberikan segalanya sejak sesi latihan pertama," sambung Zulfahmi.
2. Kebangkitan Performa di Sepang
Perjalanan Danish seusai kemenangan manis di Brno memang sempat mengalami penurunan dinamika. Pembalap binaan program pengembangan rider SIC tersebut tercatat hanya dua kali menembus posisi 10 besar, dengan hasil terbaik terakhir didapat di Red Bull Ring, Austria pada empat seri lalu.
Meski demikian, Zulfahmi tetap optimistis ajang GP Malaysia dapat menjadi titik balik sekaligus momen membanggakan bagi Danish dan seluruh pencinta olahraga otomotif di negaranya.
"Kami berharap akhir pekan ini akan menjadi pengalaman yang membanggakan dan tak terlupakan baginya serta seluruh penggemar balap di seluruh negeri," pungkasnya.










