Komentar Dejan/Felisha Usai Susah Payah Lolos 16 Besar Hylo Open 2026
SAARBRUCKEN – Pasangan ganda campuran Indonesia, Dejan Ferdinansyah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, berhasil memastikan diri melangkah ke babak 16 besar Hylo Open 2026. Kepastian tersebut diraih setelah mereka menumbangkan wakil tuan rumah Jerman, Patrick Volkmann/Franziska Volkmann, pada Rabu 28 Oktober 2026 malam WIB.
Bertanding di Saarlandhalle, Saarbrucken, Jerman, Dejan/Felisha dipaksa berlaga hingga tiga gim sebelum akhirnya mengunci kemenangan. Pasangan Merah Putih ini menutup laga babak pertama dengan skor akhir 21-14, 19-21, 21-16.
Kemenangan ini terasa istimewa bagi Felisha karena menjadi hasil positif perdana yang ia raih saat berduet dengan Dejan. Ia mengungkapkan komunikasi intensif menjadi kunci utama keberhasilan mereka di lapangan.
“Pertandingan hari ini berjalan cukup baik dan menang pertama kali dengan Dejan Ferdinansyah. Secara keseluruhan bisa mengontrol jalannya pertandingan. Kunci kemenangan hari ini lebih ke komunikasi, menyemangati dan saling menutupi kekurangan satu sama lain,” tutur Felisha, dikutip dari PB Djarum, Kamis (29/102/2026).
1. Perkembangan Chemistry
Meskipun memetik kemenangan, Felisha tidak menampik adanya kendala adaptasi dengan kondisi hall pertandingan. Karakteristik arena yang terbatas memengaruhi laju shuttlecock, terutama ketika memasuki gim kedua.
“Di penyesuaian lapangan cukup ada kendala, karena di sini hall-nya tidak besar dan tidak tinggi jadi tekanan shuttlecock juga jauh berbeda dari pertandingan lain, apalagi saat game kedua. Secara chemistry dari tiga pertandingan ini, terasa lebih berkembang dan lebih tahu juga satu sama lain. Untuk pola permainannya belum sempurna tapi sudah lebih faham satu sama lain,” tambah Felisha.
Di sisi lain, Dejan menyoroti perubahan taktik lawan yang sempat membuat mereka kerepotan di gim kedua. Ia menyebut variasi serangan lawan yang cepat membuat permainannya kurang nyaman.
“Di game kedua tadi lawan mencoba merubah pola dan lebih cepat, kami terbawa tempo mereka. Kami kurang nyaman dengan pola mereka di game kedua,” ujar Dejan.
2. Lawan Rekan Sendiri
Mengenai atmosfer pertandingan menghadapi wakil tuan rumah, Dejan mengaku tidak merasakan tekanan berarti dari penonton. Namun, ia memberi pujian pada kualitas serangan yang dilancarkan pemain putra Jerman.
“Melawan wakil tuan rumah untuk tekanan dari suporter tidak terlalu berasa karena tidak banyak penonton di sini, jadi seperti main biasa aja. Keunggulan lawan tadi pemain laki-lakinya memiliki smash yang kencang. Mereka juga kenaan jadi sulit dimatikan,” imbuh Dejan.
Lolosnya Dejan/Felisha memastikan Indonesia telah menyegel satu tempat di babak perempatfinal. Pasalnya, di babak 16 besar yang digelar Kamis (29/10/2026), Dejan/Felisha akan saling adu kekuatan melawan sesama wakil Indonesia, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah, yang sebelumnya menang 21-18, 21-18 atas Gregoire Deschamp/Iben Bergstein (Prancis/Denmark).
Hasil positif juga diraih oleh Jonatan Christie di sektor tunggal putra. Jojo sukses melaju ke babak 16 besar setelah mengalahkan pemain Denmark, William Bogebjerg, dengan skor 21-18, 21-16, dan selanjutnya akan menantang wakil Jepang, Minoru Koga.










